Sempat Kabur Saat Razia, Satpol PP Samarinda Amankan Manusia Silver di Simpang Muara

Satpol PP Samarinda berhasil menjaring manusia silver di Simpang Muara Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda kembali melakukan penertiban terhadap manusia silver yang beraktivitas di ruang publik, khususnya di persimpangan jalan. Penertiban kali ini difokuskan di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di kawasan Simpang Muara, yang selama ini kerap menjadi lokasi aktivitas manusia silver.

Dalam operasi yang digelar pada Kamis (12/2/2026), petugas Satpol PP sempat melakukan pengejaran terhadap sejumlah manusia silver yang mencoba melarikan diri saat aparat tiba di lokasi. Dari hasil penertiban tersebut, satu orang manusia silver berhasil diamankan, sementara beberapa lainnya kabur.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan kawasan Simpang Muara bukan kali pertama menjadi sasaran patroli dan monitoring jajarannya. Namun, para manusia silver kerap menghindari petugas dengan melarikan diri.

“Kami sudah sering melakukan patroli dan monitoring di kawasan ini. Tetapi memang setiap kali kami datang, mereka langsung kabur. Tadi ada sekitar empat sampai lima orang, namun yang berhasil kami amankan hanya satu orang. Sisanya melarikan diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fenomena manusia silver dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya cenderung meningkat menjelang bulan suci Ramadan. Selain manusia silver, jumlah anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng) juga diperkirakan akan bertambah.

“Menjelang Ramadan biasanya jumlah anjal, gepeng, termasuk manusia silver meningkat. Ini hampir selalu terjadi setiap tahun,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satpol PP Samarinda memastikan akan mengintensifkan patroli dan monitoring di sejumlah titik rawan, khususnya di persimpangan jalan, kawasan padat lalu lintas, serta area publik lainnya.

“Kami akan terus melakukan patroli rutin dan monitoring secara intens. Ini bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan keselamatan, baik bagi masyarakat maupun bagi mereka yang beraktivitas di jalan,” tegas Anis.

Selain di jalan raya, Satpol PP juga mengantisipasi meningkatnya aktivitas pengemis di sekitar tempat ibadah selama Ramadan. Menurut Anis, momentum bulan suci kerap dimanfaatkan untuk meminta-minta dengan mengandalkan rasa iba masyarakat.

“Kami juga mengantisipasi adanya pengemis di tempat-tempat ibadah. Biasanya saat Ramadan banyak yang memanfaatkan momen tersebut untuk meminta belas kasihan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anis mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyalurkan sedekah atau bantuan sosial. Ia meminta warga tidak memberikan uang secara langsung di jalan atau di ruang publik, karena hal tersebut justru berpotensi memperparah persoalan sosial.

“Kami berharap masyarakat menyalurkan sedekah di tempat yang benar dan resmi. Jangan memberi langsung di jalan atau di lokasi ibadah, karena itu justru akan menambah jumlah pengemis dan manusia silver,” katanya.

Menurut Anis, pemberian secara langsung sering kali memicu munculnya lebih banyak orang yang turun ke jalan untuk meminta-minta.

“Kalau satu atau dua orang diberi, nanti akan semakin banyak yang datang. Ini bisa mengganggu ketertiban dan juga membahayakan keselamatan, terutama di persimpangan jalan yang padat kendaraan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa penertiban manusia silver bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, keselamatan lalu lintas, dan perlindungan sosial. Aktivitas manusia silver di jalan raya dinilai berisiko tinggi, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan.

“Kami tidak hanya bicara soal ketertiban, tapi juga keselamatan. Mereka berdiri di tengah lalu lintas, itu sangat berbahaya,” lanjutnya.

Satpol PP Samarinda berkomitmen untuk terus bersinergi dengan perangkat daerah terkait dalam menangani persoalan PMKS secara lebih komprehensif, termasuk melalui pendekatan sosial dan pembinaan.

“Kami ingin Samarinda tetap tertib, aman, dan manusiawi. Penertiban ini bagian dari upaya tersebut,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id