Samarinda, Kaltimetam.id – Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah turut berdampak pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Di tengah kondisi keterbatasan fiskal tersebut, pengelola Islamic Center Kaltim memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Dewan Pengurus Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, serta ketertiban di lingkungan Islamic Center, khususnya di Masjid Raya Baitul Muttaqien yang menjadi ikon keagamaan di provinsi tersebut.
Ketua Umum Dewan Pengurus BPIC Kaltim, Irianto Lambrie, menyampaikan bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan anggaran, pihaknya tetap optimistis dapat menjalankan tugas pengelolaan secara maksimal.
“Janji Allah di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Berdoa dengan khusyuk dan berikhtiar secara maksimal merupakan keniscayaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa semangat pengabdian dan niat untuk memberikan kemaslahatan bagi umat menjadi landasan utama dalam menjalankan berbagai program di tengah keterbatasan.
Dalam tiga bulan terakhir, BPIC Kaltim disebut terus melakukan berbagai pembenahan secara bertahap dan terencana. Upaya tersebut mencakup peningkatan kebersihan, perbaikan sarana dan prasarana, serta penguatan aspek keamanan dan ketertiban di kawasan Islamic Center.
Selain itu, penataan area parkir juga menjadi perhatian guna memberikan kenyamanan bagi jamaah yang datang beribadah maupun berkunjung.
Tak hanya dari sisi fisik, pembenahan juga dilakukan dalam aspek tata kelola. Mulai dari pengelolaan keuangan dan aset, administrasi, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) dan sistem pelayanan.
BPIC juga melakukan penguatan dalam sistem evaluasi, monitoring, pembinaan, pengendalian, serta pengawasan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dan efisien.
“Semua aspek kita benahi, termasuk tata kelola pelayanan dan manajemen Unit Penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS), agar lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Masjid Raya Baitul Muttaqien sendiri merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Berlokasi di kawasan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, masjid ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar dan termegah di Asia Tenggara, setelah Masjid Istiqlal di Jakarta.
Dengan luas bangunan utama mencapai 43.500 meter persegi, serta didukung fasilitas tambahan seluas 7.115 meter persegi dan area basement seluas 10.235 meter persegi, masjid ini mampu menampung ribuan jamaah.
Lantai dasar masjid memiliki luas 10.270 meter persegi, sementara lantai utama seluas 8.185 meter persegi, serta balkon seluas 5.290 meter persegi. Keindahan arsitekturnya semakin menonjol dengan keberadaan tujuh menara (minaret) dan satu kubah besar yang menjadi ciri khas.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, BPIC Kaltim berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas keagamaan tersebut. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Islamic Center tetap menjadi pusat ibadah, dakwah, dan kegiatan keislaman yang representatif di Kalimantan Timur.
“Kami optimistis, dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, Islamic Center Kaltim akan terus memberikan manfaat besar bagi umat,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







