EMT-ITS Turun Tangan Jelang Aksi 21 April, Siapkan 20 Ambulans dan 125 Personel untuk Antisipasi Kondisi Darurat

Tim Ambulans dari EMT-ITS akan bersiaga pada saat aksi 21 April. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, berbagai persiapan terus dimatangkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Tak hanya aparat kepolisian dan unsur pengamanan lainnya, dukungan juga datang dari relawan kesehatan yang turut bersiaga mengantisipasi potensi kondisi darurat di lapangan.

Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) memastikan kesiapsiagaan mereka dengan menurunkan puluhan personel medis dan armada ambulans di sejumlah titik strategis, khususnya di kawasan yang menjadi pusat aksi.

Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto atau yang akrab disapa Jokis, mengatakan pihaknya akan mulai melakukan siaga sejak pagi hari di sekitar Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Penempatan personel dilakukan dengan sistem pembagian pos guna mempercepat respons jika terjadi situasi darurat.

“Untuk pengamanan di DPRD Kaltim, kami menyiapkan tiga pos utama. Personel mulai standby pukul 08.00 Wita hingga kegiatan selesai. Total ada 15 ambulans dengan 92 personel medis yang kami sebar di titik-titik strategis,” ujarnya.

Selain itu, tim relawan juga telah berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendukung penanganan lanjutan apabila diperlukan. Rumah sakit rujukan yang disiapkan di antaranya RSUD Hermina, RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dan Samarinda Medika Citra (SMC).

Tak hanya di kawasan DPRD, kesiapsiagaan juga diperluas ke area Kantor Gubernur Kalimantan Timur yang menjadi titik lanjutan aksi. Di lokasi ini, EMT-ITS akan menempatkan dua pos pelayanan kesehatan mulai pukul 12.00 Wita.

“Untuk di Kantor Gubernur, kami siapkan enam ambulans dengan total 32 personel medis. Rumah sakit rujukan tetap kami siapkan, termasuk RSUD AW Sjahranie dan RS Dirgahayu,” jelasnya.

Secara keseluruhan, EMT-ITS bersama jaringan relawan lainnya mengerahkan sedikitnya 20 unit ambulans dan 125 personel medis. Selain itu, terdapat 13 unit ambulans tambahan yang disiagakan secara on call, serta sekitar 100 relawan perbantuan yang siap dikerahkan sewaktu-waktu jika situasi membutuhkan.

Jokis menegaskan bahwa kehadiran relawan medis ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan seluruh pihak, baik peserta aksi, aparat, maupun masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi.

“Kami berharap aksi berjalan aman dan kondusif. Tim kami siap memberikan pertolongan cepat jika dibutuhkan di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan apresiasi atas keterlibatan relawan kesehatan dalam mendukung pengamanan aksi. Ia menilai sinergi antara aparat dan relawan menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang terkendali.

“Kami tentu mengapresiasi kesiapsiagaan rekan-rekan relawan, khususnya tim medis yang turut membantu pengamanan. Kehadiran mereka sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Hendri juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat harus diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga keamanan bersama.

“Silakan menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap tertib, tidak melakukan tindakan anarkis, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id