Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur semakin serius memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, tepi sungai, dan kawasan pesisir.
Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah pengoperasian ambulans terapung, fasilitas medis khusus yang dirancang untuk menjangkau wilayah yang tak bisa dilewati kendaraan darat.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut transportasi medis berbasis air menjadi kebutuhan mendesak mengingat karakter geografis Kaltim yang memiliki banyak kampung dan desa hanya dapat ditempuh melalui sungai atau jalur laut.
Kehadiran ambulans terapung, kata dia, mampu memastikan warga tetap mendapat pertolongan cepat meski berada jauh dari pusat layanan kesehatan.
“Ambulans terapung ini sangat membantu daerah yang mobilitasnya bergantung pada sungai atau laut. Dengan fasilitas ini, layanan kesehatan tetap bisa menjangkau warga di wilayah yang sulit diakses,” jelas Jaya, Selasa (12/1/2026).
Sebagai bagian dari penguatan layanan dasar, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud baru-baru ini menyerahkan satu unit ambulans air senilai Rp1,7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Unit tersebut akan menjadi armada tambahan untuk evakuasi medis dan layanan rujukan warga di sepanjang hulu Sungai Mahakam.
Jaya menekankan bahwa setelah aset diserahkan, pengelolaan dan operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing agar pemanfaatannya lebih efektif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga memastikan bahwa pelayanan menggunakan ambulans terapung sudah termasuk dalam jaminan BPJS Kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya.
Kondisi geografis Mahulu membuat ambulans air tetap menjadi sarana vital, meski sebagian jalur darat kini sudah mulai terbuka. Jalan dari kawasan Tereng menuju Ujoh Bilang memang telah memperpendek waktu tempuh, namun ruas dari Ujung Bilang ke Long Apai masih dalam kondisi terbatas.
Dalam kondisi tertentu, evakuasi pasien paling cepat tetap dilakukan melalui jalur sungai.
“Untuk daerah 3T yang berbasis sungai dan kepulauan, ambulans air ini sangat strategis karena menjadi moda transportasi medis paling cepat, aman, dan bisa diandalkan saat kondisi darurat,” tegas Jaya.
Penyerahan ambulans terapung di Mahulu berlangsung di Pelabuhan Ujoh Bilang pada Rabu (7/1/2026).
Momen itu menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk memperkuat sistem rujukan serta meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah yang jauh dari kota.
Dinas Kesehatan Kaltim kini juga mulai memetakan kawasan lain yang berpotensi mendapatkan bantuan serupa.
Daerah kepulauan seperti Derawan dan Maratua di Kabupaten Berau masuk dalam daftar evaluasi, mengingat akses kesehatan di wilayah wisata tersebut juga sangat tergantung pada transportasi laut. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







