Samarinda, Kaltimetam.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menegaskan bahwa pelaksanaan Night Race Drag Bike 2026 yang digelar di Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda harus berlangsung secara sportif dan terbebas dari praktik perjudian. Ajang balap motor malam hari tersebut digelar sebagai wadah resmi bagi para pecinta otomotif, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka secara positif.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga sebagai upaya menekan maraknya balap liar yang kerap terjadi di jalanan Kota Samarinda, terutama pada bulan suci Ramadan. Menurutnya, pada periode Ramadan sering muncul fenomena anak-anak muda yang memanfaatkan waktu malam hari untuk melakukan balap liar di sejumlah ruas jalan. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Kegiatan ini murni kita lakukan untuk memberikan wadah kepada generasi muda yang memiliki bakat dan minat dalam balap motor. Kami ingin mereka menyalurkan hobinya secara positif dan aman, bukan melalui balap liar di jalanan,” ujarnya, Sabtu (14/03/2026).
Ia menegaskan bahwa ajang Night Race Drag Bike 2026 sama sekali tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang melanggar hukum, khususnya praktik perjudian yang sering kali muncul dalam aktivitas balap liar.
Lebih lanjut, Hendri secara tegas mengingatkan seluruh peserta maupun penonton agar tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana taruhan, baik berupa uang maupun bentuk perjudian lainnya.
“Saya mengimbau dengan tegas agar kegiatan ini tidak dipergunakan untuk praktik perjudian. Jangan sampai ada yang menjadikan ajang ini sebagai tempat taruhan siapa yang menang atau kalah. Kegiatan ini murni untuk sportivitas dan pembinaan generasi muda,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan dari kalangan media untuk membantu menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai kegiatan olahraga otomotif yang positif dan bukan untuk kepentingan lain yang melanggar hukum.
Menurut Hendri, kepolisian tidak akan mentoleransi segala bentuk aktivitas perjudian yang terjadi di lokasi kegiatan. Jika ditemukan adanya pihak yang terlibat sebagai bandar ataupun melakukan praktik taruhan, aparat kepolisian akan langsung mengambil tindakan tegas.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Polresta Samarinda telah menyiapkan pengawasan ketat dengan menurunkan personel dari berbagai satuan. Anggota dari Satuan Reserse Kriminal (Reskrim), Satuan Reserse Narkoba, hingga personel dari polsek-polsek jajaran akan dikerahkan untuk memantau situasi selama kegiatan berlangsung.
Para petugas tersebut akan ditempatkan di berbagai titik di sekitar lokasi kegiatan serta membaur dengan masyarakat guna memonitor secara langsung aktivitas yang terjadi selama ajang balap berlangsung.
“Anggota kami dari Reskrim, Narkoba, dan polsek-polsek jajaran sudah disiagakan. Mereka akan membaur dengan masyarakat untuk memantau situasi. Jika ada indikasi perjudian atau kegiatan yang melanggar hukum, tentu akan langsung kami tindak,” katanya.
Selain pengawasan dari aparat kepolisian, Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia meminta masyarakat maupun rekan-rekan wartawan untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya praktik perjudian atau aktivitas mencurigakan.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan Call Center 110 milik kepolisian atau langsung kepada petugas yang bertugas di lokasi kegiatan.
“Kalau ada masyarakat atau teman-teman wartawan yang mengetahui adanya praktik perjudian, silakan segera laporkan. Bisa melalui layanan 110 atau langsung kepada petugas yang melakukan pengamanan di lapangan,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







