Polisi Ungkap Fakta di Balik Kejar-kejaran Mobil Putih Viral di Samarinda, Berawal dari Pasangan Bermesraan Dalam Mobil

Sepasang muda dan mudi saat dilakukan pemeriksaan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Aksi kejar-kejaran antara aparat kepolisian dan sebuah mobil Daihatsu Sirion berwarna putih yang viral di media sosial pada Minggu (26/7/2026) malam akhirnya menemui titik terang. Berbeda dengan berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat, Polresta Samarinda memastikan peristiwa tersebut bukan dipicu oleh kasus tabrak lari, melainkan bermula saat petugas melakukan patroli rutin di kawasan Polder Air Hitam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 Wita itu sempat menyita perhatian warga. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan mobil putih dikejar aparat kepolisian di Jalan P. Antasari hingga akhirnya berhasil dihentikan. Rekaman tersebut memunculkan beragam asumsi, termasuk dugaan bahwa kendaraan tersebut melarikan diri setelah menyerempet pengendara lain.

Salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya mengaku awalnya tidak mengetahui penyebab pengejaran tersebut. Saat itu ia sedang mencari makan di kawasan Jalan P. Antasari sebelum melihat keramaian.

“Awalnya saya lagi cari makan. Tiba-tiba lihat polisi sama warga mengejar mobil putih. Saya ikut membantu mengejar. Setelah mobil berhenti, saya lihat pengemudinya seperti baru mengenakan baju sebelum langsung diamankan polisi,” katanya.

Menurut saksi, pria yang mengemudikan kendaraan kemudian dibawa menggunakan mobil patroli. Sementara perempuan yang berada bersamanya masih berada di dalam mobil karena kendaraan tersebut sempat berhenti akibat mengalami kendala pada ban.

Ia juga mengaku mendengar cerita dari seorang pengendara yang menyebut mobil tersebut sempat bersenggolan dengan kendaraan lain saat melarikan diri. Namun informasi itu tidak terbukti setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian.

Perwira Pengendali (Padal) Pamapta I Polresta Samarinda Ipda Mat Bahri menegaskan, hasil klarifikasi terhadap personel yang bertugas maupun pengemudi memastikan tidak ada laporan maupun korban tabrak lari dalam peristiwa tersebut.

“Memang benar ada mobil putih yang kami amankan. Awalnya kendaraan itu sedang parkir di kawasan Polder Air Hitam saat anggota melaksanakan patroli sambang. Ketika dihampiri, ternyata di dalamnya ada sepasang muda-mudi. Saat anggota turun, pengemudi justru panik dan melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran,” ujarnya.

Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga kendaraan tersebut berhasil dihentikan di kawasan Jalan P. Antasari, Samarinda Ulu. Dua orang yang berada di dalam mobil selanjutnya diamankan untuk dimintai keterangan.

Mereka diketahui berinisial MH (26), warga Samarinda Seberang yang bekerja sebagai pedagang kain, serta CD (23), warga Jalan Suryanata yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menduga keduanya sedang berduaan di dalam mobil yang terparkir di kawasan Polder Air Hitam. Namun, kepada petugas keduanya mengaku hanya berteman.

“Yang laki-laki mengaku memiliki perasaan kepada perempuan tersebut, tetapi hubungan mereka belum mendapat restu dari orang tua pihak perempuan,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, kedua orang tersebut didata dan diberikan pembinaan. Polisi menyatakan tidak menemukan unsur tindak pidana lain dalam peristiwa tersebut.

Mat Bahri mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan fasilitas umum untuk aktivitas yang berpotensi melanggar norma kesusilaan maupun mengganggu ketertiban. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik ketika didatangi petugas saat patroli.

“Kalau ada petugas yang melakukan pemeriksaan, sebaiknya kooperatif. Tindakan melarikan diri justru bisa menimbulkan kesalahpahaman, memicu pengejaran, dan berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version