Samarinda, Kaltimetam.id – Arus lalu lintas di Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di kawasan Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, sempat terganggu setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 05.30 Wita. Sebuah mobil pikap bermuatan udang diduga masuk ke jalur berlawanan hingga menabrak sebuah mobil Daihatsu Terios dan sepeda motor Honda Beat.
Kecelakaan tersebut menyebabkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, mobil pikap yang menjadi salah satu kendaraan yang terlibat terbalik di pinggir jalan dengan muatan udang berserakan di badan jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kendaraan yang terlibat yakni mobil pikap merah bernomor polisi KT 8362 RL, Daihatsu Terios KT 1218 NP, dan sepeda motor Honda Beat KT 6251 BAG.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi menyebut mobil pikap datang dari arah Sangkulirang menuju Samarinda. Saat melintasi ruas jalan tersebut, kendaraan diduga mengambil jalur yang digunakan kendaraan dari arah berlawanan.
Warga setempat, Tri Nur, mengatakan dugaan tersebut terlihat dari posisi kendaraan sesaat sebelum tabrakan terjadi.
“Mobil pengangkut udang itu datang dari arah Sangkulirang menuju Samarinda. Diduga sopir terburu-buru sehingga mengambil jalur kendaraan dari arah Samarinda menuju Bontang. Di situ langsung terjadi tabrakan dengan mobil Terios, kemudian menghantam sepeda motor,” ujarnya.
Benturan keras membuat mobil pikap kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di sisi jalan. Muatan udang yang diangkut berhamburan keluar dari bak kendaraan dan memenuhi sebagian badan jalan.
Di sisi lain, Daihatsu Terios mengalami kerusakan cukup berat pada bagian depan dan sisi kanan akibat benturan langsung. Adapun sepeda motor Honda Beat mengalami kerusakan parah setelah terpental ke bahu jalan.
Korban yang mengendarai Honda Beat menjadi pihak yang mengalami luka paling serius dalam kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan warga, korban mengalami patah tulang pada kaki dan tangan akibat benturan.
“Korbannya satu orang, pengendara motor. Mengalami patah kaki dan patah tangan, kemudian langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Warga lainnya, Muriono, mengaku tiba di lokasi tidak lama setelah kecelakaan terjadi. Saat itu korban telah lebih dulu dibawa ke rumah sakit oleh warga dan pengguna jalan lainnya.
“Saya datang ketika korban sudah dibawa ke rumah sakit. Kendaraan masih berada di lokasi dengan kondisi rusak. Informasi warga, kejadiannya sekitar pukul lima subuh,” singkatnya.
Kondisi kendaraan yang melintang di jalan serta muatan udang yang berserakan sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Poros Samarinda–Bontang tersendat. Pengendara dari kedua arah terpaksa memperlambat laju kendaraan hingga proses evakuasi selesai dilakukan.
Petugas bersama warga kemudian bergotong royong membersihkan badan jalan dan mengevakuasi kendaraan yang terlibat agar jalur kembali dapat dilalui secara normal.
Selain mengatur arus lalu lintas, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjelaskan penyebab kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan bahwa mobil pikap mengambil jalur berlawanan masih akan didalami melalui pemeriksaan terhadap pengemudi, saksi-saksi, serta hasil olah TKP. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







