Samarinda, Kaltimetam.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur melakukan berbagai macam upaya untuk menyambut perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada 17 Juni 2024.
Pesiapan tersebut sudah dilakukan jauh hari sebelum Idul Adha tiba. Mulai dari penyaluran alat potong kurban ke sejumlah masjid di Kaltim, pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha), koordinasi stok hewan kurban dengan kabupaten/kota, dan lain sebagainya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan menjelaskan, persiapan tersebut dilakukan untuk mensukseskan perayaan hari raya kurban di setiap daerah Kaltim.
“Utamanya soal ketersediaan stok hewan kurban di kabupaten/kota, aman ya. Karena dilihat dari neracanya juga mencukupi,” kata Fahmi pada Jum’at (14/06/2024).
Berdasarkan data Disnakkeswan, Kaltim membutuhkan 11.445 ekor sapi dan 6.059 ekor kambing, sehingga totalnya mencapai 17.504 ekor.
Sementara itu, pihak Disnakkeswan juga memfasilitasi kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Kaltim. Tujuannya, petugas pemotong hewan kurban harus memiliki sertifikasi profesional dalam menyembelih sapi dan kambing yang akan dikurbankan.
“Kemaren sempat ada pelatihan Juleha. Pesertanya ada 22 orang, dan yang paling jauh dari Malang dan Solo,” pungkasnya.
Fahmi menambahkan, pihaknya juga secara masif melakukan edukasi di berbagai media massa. Utamanya soal kelayakan dan kesehatan hewan kurban sebelum dikonsumsi masyarakat sekitar.
“Petugas pengawas hewan kurban juga sudah kami betuk. Mereka yang akan mamantau langsung kondisi di lapak-lapak hewan kurban serta pemotongan kurban di sejumlah masjid,” kata Fahmi.
Tidak hanya itu saja, pihaknya juga mengantisipasi adanya penyakit serius dari hewan kurban yang ada. Penyakit tersebut adalah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Sejauh ini, potensi PMK hewan kurban di Kaltim terpantau masih dalam kondisi aman.
“Kemaren ada satu kasus di Balikpapan, sapi dari NTB yang mengalami gejala PMK. Namun kita gerak cepat mengkondisikan. Sapi tersebut kami karantina beberapa hari, serta kami juga menurunkan tim dokter hewan untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Sejauh ini, potensinya masih aman dan terkendali,” tutup Fahmi. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







