Samarinda, Kaltimetam.id – Kepanikan menyelimuti kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (7/7/2026) malam, ketika sebuah mobil sport utility vehicle (SUV) tiba-tiba terbakar saat melintas. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menghanguskan sebagian besar bagian depan kendaraan. Beruntung, lima orang yang berada di dalam mobil, termasuk tiga anak, berhasil menyelamatkan diri sebelum api menguasai kendaraan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.40 Wita itu sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. Sejumlah pengendara memilih menghentikan laju kendaraannya, sementara warga sekitar bergegas mendatangi lokasi untuk memastikan seluruh penumpang telah keluar dari mobil.
Salah seorang saksi mata, Beton, menuturkan kendaraan sempat mengalami gangguan sebelum akhirnya terbakar. Menurutnya, mesin mobil mendadak tidak berfungsi saat melintas, kemudian beberapa saat setelah berhenti terlihat asap yang disusul kobaran api dari area depan kendaraan.
“Awalnya mobil berhenti karena seperti mogok. Tidak lama kemudian muncul api dari bagian depan, lalu cepat sekali membesar,” katanya.
Situasi yang semakin berbahaya membuat warga tidak lagi berupaya menyelamatkan kendaraan. Fokus utama diarahkan pada proses evakuasi penumpang, mengingat kobaran api terus membesar dan berpotensi menjalar ke seluruh badan mobil. Beruntung, seluruh penumpang berhasil keluar tanpa mengalami luka. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan kendaraan tersebut ditumpangi sepasang orang dewasa bersama tiga anak yang tengah melakukan perjalanan di dalam kota.
Laporan kebakaran segera diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. Dua unit armada dari Posko 3 diterjunkan untuk mengatasi kebakaran agar tidak merembet ke kendaraan lain maupun bangunan di sekitar lokasi.
Komandan Posko 3 Disdamkarmat Samarinda, Tri Indarto, mengatakan kondisi api sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat.
“Hasil pengamatan awal, titik api diduga berasal dari bagian bawah kendaraan yang terhubung ke ruang mesin. Namun untuk penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Petugas sempat mencoba mengendalikan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun metode tersebut belum efektif karena bahan bakar yang masih berada di dalam kendaraan terus mengalir sehingga api kembali membesar.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas kemudian menggunakan campuran air dan foam yang dinilai lebih efektif dalam menangani kebakaran yang melibatkan bahan bakar minyak.
“Kami menggunakan foam karena masih ada bensin yang menetes. Kalau hanya menggunakan APAR, api sulit dipadamkan sepenuhnya,” jelas Tri.
Sekitar sepuluh menit kemudian, kobaran api berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan hampir satu jam guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali.
Akibat insiden tersebut, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan berat. Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, seluruh penumpang berhasil selamat tanpa mengalami cedera.
Tri mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima petugas, pemilik kendaraan saat itu sedang mengantar anaknya ketika mobil mengalami gangguan di tengah perjalanan.
“Yang paling kami syukuri tidak ada korban jiwa. Semua penumpang berhasil keluar sebelum kobaran api semakin besar,” tutupnya.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada gangguan pada sistem bahan bakar atau instalasi kelistrikan kendaraan. Namun, petugas menegaskan penyebab kebakaran baru dapat dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap bangkai kendaraan. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
