Samarinda, Kaltimetam.id – Aparat kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap seorang pemuda yang diduga terjun ke Sungai Mahakam dari Jembatan Mahakam I (lama) pada Selasa (9/6/2026) dini hari. Dugaan tersebut mencuat setelah keluarga menemukan surat yang ditinggalkan korban di kamar serta sepasang sandal yang ditemukan di atas jembatan.
Pemuda tersebut diketahui bernama Gilang Ramadhan (23), warga Jalan Slamet Riyadi Gang Rukun, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Hingga Selasa siang, keberadaan korban masih belum diketahui dan proses pencarian terus dilakukan oleh petugas gabungan di kawasan Sungai Mahakam.
Peristiwa ini pertama kali diketahui keluarga saat menyadari korban tidak berada di rumah pada dini hari. Kecurigaan muncul setelah anggota keluarga menemukan dua lembar surat di kamar korban yang berisi pesan mengenai niatnya untuk mengakhiri hidup dengan cara melompat dari Jembatan Mahakam.
Temuan surat tersebut membuat keluarga panik dan segera melakukan pencarian secara mandiri. Mereka kemudian menuju kawasan Jembatan Mahakam I, lokasi yang disebutkan dalam pesan yang ditinggalkan korban.
Kakak kandung korban, Rosita, mengatakan keluarga langsung bergerak mencari Gilang setelah membaca isi surat tersebut. Namun, saat tiba di lokasi, mereka tidak menemukan korban.
“Adik saya keluar rumah sekitar jam 12 malam. Saat keluarga mengecek kamar, ditemukan surat yang ditinggalkan. Kami langsung mencari ke Jembatan Mahakam dan hanya menemukan sandal yang diduga milik adik saya,” ujarnya.
Temuan sandal itu semakin menguatkan dugaan bahwa korban berada di kawasan jembatan sebelum menghilang. Keluarga kemudian memutuskan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar proses pencarian dapat segera dilakukan.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh personel Samapta Polresta Samarinda. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk Satpolairud dan KP3 Pelabuhan.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, menjelaskan bahwa informasi awal diperoleh dari keluarga korban yang menemukan surat di kamar. Setelah menerima laporan, pihaknya segera melakukan langkah-langkah pencarian dan penyelidikan.
“Setelah menerima laporan dari keluarga, kami langsung menuju lokasi dan melakukan koordinasi dengan Satpolairud serta KP3 untuk melakukan penyisiran di sekitar perairan Sungai Mahakam,” kata Mat Bahri.
Menurutnya, pencarian pada malam hari menghadapi kendala cuaca. Hujan yang turun membuat jarak pandang terbatas dan kondisi sungai menjadi lebih sulit untuk dilakukan penyisiran secara maksimal.
Meski demikian, aparat tetap melakukan pengamanan lokasi serta mengumpulkan sejumlah keterangan yang dibutuhkan untuk mendukung proses pencarian.
Dari hasil pemeriksaan awal, sandal yang diduga milik korban ditemukan di sisi kanan Jembatan Mahakam jika dilihat dari arah Samarinda Seberang menuju Kota Samarinda. Lokasi tersebut berada di antara tiang pertama dan kedua jembatan yang mengarah ke aliran Sungai Mahakam.
Selain melakukan pencarian fisik, polisi juga mendalami latar belakang korban sebelum peristiwa terjadi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui sempat mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan medis dan pernah menjalani perawatan beberapa waktu lalu.
“Keluarga menyampaikan bahwa sekitar satu hingga dua minggu sebelum kejadian, korban pernah berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan sempat berhasil dicegah. Korban juga diketahui baru beberapa hari kembali ke rumah setelah menjalani perawatan,” ungkap Mat Bahri.
Informasi tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan aparat guna memperoleh gambaran lebih utuh mengenai kondisi korban sebelum dilaporkan hilang.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah titik sepanjang Sungai Mahakam. Fokus pencarian diarahkan pada area sekitar lokasi ditemukannya sandal korban dan wilayah yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan arus sungai. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
