Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang Hari Raya Iduladha, pengawasan terhadap hewan kurban di Kota Samarinda terus diperketat. Pemerintah memastikan seluruh sapi yang beredar, baik dari luar daerah maupun peternak lokal, dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada hewan terjangkit penyakit yang lolos ke pasaran. Pemeriksaan menyasar berbagai titik, mulai dari rumah potong hewan, lapak penjualan, hingga kandang milik peternak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri, menyebut hasil pemantauan sejauh ini menunjukkan kondisi ternak masih aman.
“Dari hasil pemeriksaan, belum ditemukan indikasi penyakit. Artinya, hewan kurban yang beredar masih dalam kondisi sehat,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar sapi yang masuk ke Samarinda berasal dari luar daerah, terutama jenis sapi Bali dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Setiap hewan yang datang wajib melalui proses pemeriksaan sebelum didistribusikan ke pedagang.
Selain itu, DKPP juga menerapkan langkah pencegahan dengan melakukan vaksinasi, khususnya terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sapi yang baru tiba tidak langsung dijual, melainkan diistirahatkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.
“Kalau ada sapi yang baru masuk, kita istirahatkan dulu. Setelah itu baru dilakukan vaksinasi,” jelasnya.
Tak hanya PMK, pengawasan juga dilakukan terhadap penyakit lain seperti Jembrana yang masih menjadi perhatian dalam lalu lintas ternak. Pemerintah memastikan mitigasi telah dilakukan sejak jauh hari untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.
Dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha, pemerintah mengimbau masyarakat tetap membeli ternak dari penjual resmi yang telah melalui pemeriksaan kesehatan.
“Upaya pengawasan ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman saat berkurban,” tandas Maskuri. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







