Samarinda, Kaltimetam.id – Sempat viral di media sosial Kaltimetam.id bahwa sepanjang Jalan Kapten Soedjono, Kota Samarinda, tidak memiliki paret yang menyebabkan air menggenang ke badan jalan.
Salah satu influencer Kaltimetam.id, Abdul Giaz, mengkritisi kondisi ini dengan menyatakan bahwa ketiadaan paret di sepanjang Jalan Kapten Soedjono menyebabkan air menggenang ke badan jalan.
“Padahal hari panas, jalan ini selalu becek dan berair terus, aneh. Coba kalian lihat sini, ternyata ini penyebabnya,” ungkapnya.
“Sudah sejak empat tahun lalu aku protes. Ada trotoar tapi tidak ada paretnya. Nah ini yang aneh, sebenarnya paret dulu kah atau trotoar dulu. Lihat kan akhirnya airnya malah ke jalanan,” tambahnya.
Video tersebut mendapat banyak komentar dari warganet.
“Kalau hujan jadi sungai itu, dan tidak lama bawa pelampung aja biar kalau lewat situ bisa berenang motor,” tulis Abehrdly.
“Setiap keluar tol dulu. Mobil yang bersih dari Balikpapan, lalu jadi kotor. Sampai kadang aku beranggapan ahh kotor di Samarinda tidak apa-apa, kalau di Balikpapan maka malu kalau kotor sendiri. Ya saking hampir semua jalanan kotor. Kalau hujan becek, kalau panas bedebu. Belum banjir seperti itu,” tulis Julia_a75.
“Akhirnya biar kemarau panjang, matahari jarak 5 meter sama tanah tapi tetap becek,” tulis Putragung_p.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa sepanjang Jalan Kapten Soedjono sudah masuk dalam tahap perencanaan pembuatan drainase.
“Menurut informasi dari Kepala Bidang (Kabid) SDA, sudah dibuat perencanaan pembuatan drainase di sepanjang Jalan Kapten Soedjono Samarinda,” jelasnya.
Desy memperkirakan pengerjaan drainase akan dilakukan pada tahun 2025 setelah tahap perencanaan selesai.
“Kalau telah direncanakan, kemungkinan pembangunannya baru bisa dilakukan pada tahun 2025,” bebernya.
Menanggapi mengapa pembangunan tidak dilakukan segera setelah perencanaan, Desy membeberkan bahwa mekanisme penganggaran tidak memungkinkan pembangunan langsung dilakukan.
“Karena tidak mungkin baru direncanakan langsung dilakukan pembangunan, mekanisme dalam anggarannya tidak bisa begitu,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







