Samarinda, Kaltimetam.id – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah cepat dengan berencana memanggil Dinas Kesehatan dan rumah sakit rujukan, guna meminta penjelasan resmi terkait kabar dua pasien positif Covid-19 yang belakangan mencuat ke publik.
Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi simpang siur informasi yang justru dapat memicu keresahan masyarakat. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, mengungkapkan bahwa pihaknya perlu memperoleh data otentik sebelum mengambil sikap lebih jauh.
“Dari sisi pengawasan, kami akan segera meminta klarifikasi dari Dinas Kesehatan dan juga rumah sakit rujukan mengenai kabar tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, data resmi sangat dibutuhkan untuk memastikan apakah situasi saat ini memang memerlukan tindakan khusus, termasuk pengetatan aktivitas publik atau penyiapan fasilitas medis tambahan.
Agus mengakui, dirinya pun merasa cukup khawatir apabila kabar tersebut benar adanya. Namun, ia menekankan agar semua pihak mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang lebih akurat.
“Jangan sampai kita justru menebarkan kecemasan tanpa dasar yang kuat. Tapi kita juga tidak boleh mengabaikan kewaspadaan,” tegasnya.
Ia turut menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan. Menurutnya, Dinas Kesehatan harus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan utuh, sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar.
Selain itu, Agus berharap sistem kesehatan di daerah telah memetik pelajaran dari gelombang pandemi sebelumnya. Dari mulai kesiapan sumber daya manusia, stok logistik medis, hingga manajemen respons darurat, diharapkan sudah berada dalam kondisi siaga.
“Dengan pengalaman masa lalu, kita harus lebih siap menghadapi segala kemungkinan. Tidak boleh lagi ada kekurangan alat pelindung atau keterlambatan pelayanan,” tutupnya. (Adv/DPRDKaltim/SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







