Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana tenang di kawasan Jalan Sirad Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak berubah mencekam pada Selasa (14/7/2026) dini hari. Dua remaja harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis setelah menjadi korban serangan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.20 Wita itu menyita perhatian warga sekitar. Keributan yang awalnya hanya terdengar seperti adu mulut, dalam hitungan menit berubah menjadi aksi kekerasan. Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi berhamburan keluar setelah mendengar teriakan meminta tolong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum penyerangan terjadi kedua kelompok remaja diduga telah berkomunikasi dan sepakat bertemu di salah satu lokasi pencucian kendaraan di kawasan tersebut. Pertemuan itu disebut-sebut bertujuan untuk menyelesaikan persoalan yang sebelumnya terjadi di antara mereka.
Namun situasi justru berkembang di luar dugaan. Sesaat setelah kedua kelompok bertemu, keributan pecah dan berujung pada aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Salah seorang warga, Udin (30), mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar suara gaduh dari arah lokasi pertemuan. Saat mendekat, ia melihat para korban telah dalam kondisi terluka, sementara kelompok yang diduga melakukan penyerangan meninggalkan lokasi.
“Yang saya dengar mereka awalnya memang mau menyelesaikan masalah. Tapi tidak lama setelah bertemu langsung terjadi keributan. Setelah itu ada yang terluka dan kelompok yang menyerang langsung kabur,” ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh warga, terdapat sekitar enam orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Hingga kini identitas mereka masih belum diketahui.
Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka akibat benda tajam. Salah seorang korban mengalami luka pada bagian tangan, sedangkan korban lainnya mengalami luka tusuk di bagian belakang tubuh.
Meski mengalami luka, salah satu korban masih sempat berlari meninggalkan lokasi untuk mencari pertolongan. Ia menuju sebuah warung internet yang berada tidak jauh dari tempat kejadian sambil meminta bantuan kepada warga. Rekan-rekannya juga berupaya mencari orang yang dapat membantu sebelum akhirnya korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Beberapa di antaranya berusaha memberikan pertolongan pertama, sementara lainnya menghubungi aparat keamanan agar situasi tidak semakin meluas.
Informasi yang berkembang di lokasi menyebut perselisihan itu diduga berkaitan dengan aktivitas balap liar yang sebelumnya terjadi. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai motif penyerangan karena aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Warga juga menyebut para pelaku diduga membawa lebih dari satu senjata tajam saat melakukan penyerangan. Namun informasi tersebut masih bersifat awal dan belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta memburu para terduga pelaku yang melarikan diri usai kejadian. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
