Samarinda, Kaltimetam.id – Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jalan Ciptomangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Hingga hari kedua operasi pencarian, korban belum berhasil ditemukan.
Peristiwa tenggelamnya korban terjadi pada Senin (26/1/2026). Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta warga setempat langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengatakan bahwa operasi pencarian terus dilakukan sejak pagi hari dengan metode penyisiran menyeluruh, baik di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) maupun ke arah hilir Sungai Mahakam.
“Untuk kondisi membahayakan manusia satu orang tenggelam, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dan penyisiran di daerah LKP serta diperluas hingga kurang lebih dua kilometer ke arah hilir sungai,” ujarnya, Selasa (27/01/2026).
Ia menjelaskan, pencarian difokuskan pada area-area yang dinilai berpotensi menjadi tempat korban tersangkut atau terjebak setelah terseret arus. Tim SAR menyisir tepi sungai, alur utama sungai, serta berbagai obstacle seperti tumpukan sampah, kayu hanyut, dan benda-benda lain yang mengapung di permukaan air.
“Fokus pencarian hari ini kami arahkan pada obstacle-obstacle dan tumpukan sampah, baik yang berada di tepi sungai maupun di tengah alur Sungai Mahakam,” jelasnya.
Menurut Mardi, operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan direncanakan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA. Jika hingga waktu tersebut korban belum ditemukan, tim akan melakukan evaluasi sementara sesuai prosedur operasi standar (SOP) sebelum melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.
“Pencarian dimulai sejak jam tujuh pagi dan direncanakan sampai setengah enam sore. Selanjutnya akan kami tinjau kembali untuk menentukan langkah lanjutan,” katanya.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain derasnya arus Sungai Mahakam, kondisi perairan juga dipenuhi sampah dan material hanyut, yang menyulitkan pergerakan perahu serta membatasi jarak pandang petugas.
“Arus sungai cukup deras dan banyak sampah yang terbawa arus. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam melakukan penyisiran,” ungkapnya.
Meski demikian, tim SAR tetap berupaya maksimal dengan mengombinasikan pencarian di permukaan air dan penyisiran manual di titik-titik yang dicurigai. Koordinasi juga terus dilakukan dengan warga sekitar dan keluarga korban, yang turut memberikan informasi terkait kondisi sungai dan kemungkinan arah hanyutnya korban.
Mardi menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
“Kami mohon doa dari masyarakat Samarinda agar proses pencarian ini berjalan lancar dan korban bisa segera ditemukan,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
