Samarinda, Kaltimetam.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan pasien, khususnya korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas), guna mencegah terjadinya penumpukan pasien di satu fasilitas kesehatan. Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum arus balik Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa koordinasi antar rumah sakit menjadi kunci utama dalam memastikan penanganan pasien berjalan optimal dan merata.
“Jika ada rumah sakit yang kedatangan pasien pertama, harus ada komunikasi dengan rumah sakit lain agar korban dapat dialihkan ke rumah sakit terdekat yang masih memiliki kapasitas,” ujarnya.
Menurut Jaya, evaluasi ini dilakukan bersama jajaran manajemen rumah sakit sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan kegawatdaruratan, terutama dalam menghadapi potensi lonjakan pasien akibat kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran.
Ia menyoroti bahwa penumpukan pasien di satu rumah sakit dapat berdampak serius terhadap efektivitas penanganan, bahkan berpotensi mengancam keselamatan korban, khususnya dalam kasus kecelakaan massal.
“Kondisi pelayanan gawat darurat yang tidak maksimal bisa berdampak pada keselamatan pasien, sekaligus memicu persepsi negatif di masyarakat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Dinkes Kaltim mendorong peningkatan sinergi dan komunikasi antar fasilitas kesehatan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Setiap unit layanan kesehatan tingkat pertama juga diwajibkan untuk memastikan kesiapan kapasitas sebelum menerima rujukan pasien dalam jumlah besar.
Sistem komunikasi yang terintegrasi antar rumah sakit diharapkan mampu mempercepat proses distribusi pasien, sehingga korban kecelakaan dapat segera mendapatkan penanganan di fasilitas yang paling siap.
Kebijakan ini, lanjut Jaya, juga merupakan respons atas temuan adanya miskomunikasi dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebelumnya di salah satu rumah sakit di Samarinda.
“Meskipun sempat terjadi miskomunikasi di lapangan, alhamdulillah seluruh korban tetap berhasil dievakuasi dan ditangani dengan baik. Namun ini menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang,” ungkapnya.
Dalam menghadapi puncak arus balik, Dinkes Kaltim memastikan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga unit gawat darurat di rumah sakit, telah disiagakan secara maksimal.
Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat. Dinkes Kaltim bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Dinas Perhubungan, serta berbagai instansi terkait untuk mendukung kelancaran penanganan korban kecelakaan di lapangan.
Pengelola jalan tol dan jalur transportasi utama juga dilibatkan dalam upaya ini, termasuk dalam penyediaan posko kesehatan terpadu di sejumlah titik rawan kecelakaan.
“Semua pihak kami libatkan agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat. Ini bagian dari upaya kita bersama dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







