Samarinda, Kaltimetam.id – Semangat kompetisi dan euforia olahraga mahasiswa membanjiri GOR Serbaguna Sempaja, Samarinda, dalam gelaran Campus League 2026 Season 1 regional Samarinda yang resmi bergulir sejak Jumat hingga Minggu, 8–10 Mei 2026. Turnamen basket antarkampus tersebut menghadirkan persaingan sengit empat perguruan tinggi terbaik di Kalimantan Timur demi memperebutkan tiket menuju babak nasional.
Sorak sorai suporter mahasiswa, dentuman musik pertandingan, hingga tensi duel di atas lapangan membuat atmosfer GOR Sempaja terasa hidup sepanjang kompetisi berlangsung. Campus League 2026 menjadi ajang basket mahasiswa pertama berskala nasional yang mulai melakukan ekspansi ke luar Pulau Jawa, termasuk ke Kota Samarinda.
Empat tim putra yang ambil bagian dalam kompetisi regional Samarinda yakni Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Mulawarman (Unmul), Politeknik Negeri Balikpapan, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Seluruh tim bersaing menggunakan sistem round robin, di mana setiap tim saling bertemu dan hasil klasemen akhir menjadi penentu juara tanpa melalui babak semifinal maupun final.
Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, mengatakan penyelenggaraan regional Samarinda menjadi langkah penting dalam pengembangan kompetisi basket mahasiswa nasional di luar Pulau Jawa.
“Surabaya dan Yogyakarta sudah berjalan, Samarinda saat ini sedang berjalan. Kompetisi menggunakan sistem round robin,” ujarnya di sela pertandingan, Sabtu (10/5/2026).
Menurut Dave, Campus League hadir tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai wadah pengembangan bakat dan pembinaan atlet basket mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengakui penyelenggaraan perdana di Samarinda masih menjadi tahap awal pengenalan terhadap konsep Campus League kepada masyarakat dan kalangan kampus di Kalimantan Timur.
“Masih meraba-raba apa sih Campus League itu. Tetapi kami mendapatkan empat tim dan menggunakan sistem round robin tanpa semifinal dan final,” katanya.
Dengan sistem tersebut, setiap pertandingan memiliki arti penting karena kemenangan maupun kekalahan langsung memengaruhi posisi klasemen akhir.
“Jadi penentuan juara, runner-up, dan peringkat tiga ditentukan dari hasil akhir klasemen. Hari pertama penentuan, hari kedua penentuan, dan hari ketiga juga penentuan,” jelas Dave.
Tim yang berhasil keluar sebagai juara regional Samarinda nantinya akan melaju ke babak The National dan menghadapi kampus-kampus terbaik dari regional lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta.
Untuk tingkat nasional, Campus League akan diikuti total 10 tim dari berbagai wilayah Indonesia.
“Surabaya dan Yogyakarta masing-masing mengirim dua tim, Bandung dua tim, Jakarta tiga tim, dan Samarinda satu tim,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Jakarta mendapatkan slot lebih banyak karena berstatus sebagai tuan rumah sekaligus memiliki jumlah peserta terbanyak dibanding regional lainnya.
“Jakarta mendapatkan slot lebih banyak, sementara Samarinda hanya satu tim,” tuturnya.
Menurut Dave, dipilihnya Samarinda sebagai salah satu kota penyelenggara tidak lepas dari visi penyelenggara untuk memperluas perkembangan basket mahasiswa ke luar Pulau Jawa.
Selain itu, dukungan sponsor utama turut menjadi faktor penting hadirnya Campus League di Kota Tepian.
“Selain itu, Bayan Peduli yang menjadi sponsor utama juga meminta pelaksanaan di Samarinda,” katanya.
Dave berharap antusiasme kampus-kampus di Kalimantan Timur terhadap basket mahasiswa terus meningkat sehingga jumlah peserta di musim mendatang bisa bertambah lebih banyak.
“Kalau pertama kali ini masih empat tim, ke depannya kami berharap bisa bertambah,” tutupnya.
Sementara itu, Pelatih Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Sandy Indracahya, mengaku timnya menghadapi sejumlah tantangan selama persiapan menuju Campus League 2026.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas latihan di lingkungan kampus.
“Terutama soal lapangan di kampus. Tetapi kami coba siasati dengan persiapan yang matang, terutama pada minggu-minggu terakhir jelang pertandingan,” ujarnya usai laga.
Meski demikian, Sandy menilai anak asuhnya mampu tampil cukup baik sepanjang pertandingan dan tetap kompetitif dalam perebutan gelar juara regional.
“Semua berjalan sesuai harapan. Memang tadi sempat ada jeda karena sedikit kendala teknis, tapi saya percaya anak-anak bisa tampil maksimal,” katanya.
Menurut Sandy, Universitas Mulawarman menjadi salah satu lawan terkuat yang patut diwaspadai dalam perebutan posisi puncak klasemen.
“Target kami tentu berusaha maksimal menjadi pemenang. Saat ini Polnes satu kali kalah dan hari ini menang, jadi tinggal besok penentuannya sambil melihat hasil Poltek Balikpapan dan Unmul,” jelasnya.
Ia juga menyoroti faktor kebugaran fisik pemain yang menjadi tantangan tersendiri karena seluruh tim harus menjalani pertandingan selama tiga hari berturut-turut.
“Tentunya untuk besok kami sudah siap, tinggal melihat kebugaran anak-anak karena hampir tiga hari berturut-turut bermain. Artinya fisik yang paling penting,” tandasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







