Abdul Giaz Gelar PDD ke-3 di Samarinda Ulu, Tekankan Literasi Politik untuk Perkuat Demokrasi Daerah

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-3 yang mengangkat tema literasi politik untuk kemajuan demokrasi daerah. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal terus digencarkan oleh para wakil rakyat. Salah satunya dilakukan oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-3 yang mengangkat tema literasi politik untuk kemajuan demokrasi daerah.

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (10/4/2026) pukul 13.00 WITA di halaman Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, dan dihadiri oleh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen warga setempat.

Dalam sambutannya, Abdul Giaz menegaskan pentingnya literasi politik sebagai fondasi utama dalam membangun demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap sistem politik dan proses demokrasi akan berpengaruh besar terhadap kualitas kepemimpinan yang dihasilkan.

“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang memiliki pemahaman politik yang baik. Literasi politik bukan hanya soal memilih dalam pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” ujarnya.

Abdul Giaz menilai bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami peran strategis mereka dalam sistem demokrasi. Oleh karena itu, kegiatan PDD ini menjadi sarana edukasi sekaligus ruang dialog antara masyarakat dan para pemangku kebijakan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap proses politik, melainkan aktif berpartisipasi dalam berbagai tahapan demokrasi, mulai dari perencanaan pembangunan hingga pengawasan kebijakan publik.

“Partisipasi masyarakat tidak berhenti saat pemilu saja. Justru setelah itu, masyarakat harus ikut mengawal kebijakan agar sesuai dengan kepentingan bersama,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang politik dan sosial, yakni Syarifuddin Yunus dan Alfian Noor.

Dalam pemaparannya, Syarifuddin Yunus menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini guna membentuk masyarakat yang kritis dan rasional dalam menyikapi isu-isu politik. Ia juga mengingatkan bahwa rendahnya literasi politik dapat membuka ruang bagi praktik-praktik politik yang tidak sehat.

“Literasi politik adalah kunci untuk mencegah disinformasi dan manipulasi. Masyarakat harus mampu memilah informasi dan memahami konteks politik secara utuh,” jelasnya.

Sementara itu, Alfian Noor menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas demokrasi di daerah. Ia menilai bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.

“Demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan semua pihak. Edukasi politik harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin matang dalam berpolitik,” ujarnya.

Kegiatan PDD ke-3 ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh peserta. Sejumlah warga menyampaikan berbagai pertanyaan terkait peran DPRD, mekanisme pengawasan kebijakan, hingga tantangan demokrasi di tingkat lokal.

Diskusi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan dalam proses demokrasi. Banyak peserta juga mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai memberikan pemahaman baru mengenai politik yang selama ini dianggap rumit. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id