Samarinda, Kaltimetam.id – Tim basket Universitas Mulawarman (Unmul) memastikan diri sebagai wakil Samarinda pada ajang nasional setelah tampil impresif dan keluar sebagai juara Campus League 2026 Basketball Regional Samarinda yang digelar di GOR Serbaguna Sempaja.
Pada kompetisi yang berlangsung sejak 8 hingga 10 Mei 2026 itu, Unmul tampil dominan dengan menyapu bersih seluruh pertandingan menggunakan format round-robin atau setengah kompetisi.
Perjalanan Unmul menuju gelar juara dimulai dengan kemenangan ketat atas Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dengan skor 34-29 pada hari pertama pertandingan.
Mereka kemudian melanjutkan tren positif lewat laga dramatis menghadapi Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba). Dalam pertandingan sengit tersebut, Unmul sukses mengamankan kemenangan 63-60 melalui babak overtime.
Gelar juara akhirnya dipastikan setelah Unmul menaklukkan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dengan skor meyakinkan 62-47 pada laga penentuan.
Hasil sempurna itu membuat tim basket Unmul resmi menjadi wakil regional Samarinda untuk tampil di ajang The National Campus League yang akan berlangsung di Jakarta pada 6 hingga 13 Juni mendatang.
Pelatih Unmul, Tidaryanto Panggalo Sirenden, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir kompetisi.
Namun ia menyadari tantangan yang akan dihadapi di tingkat nasional jauh lebih berat karena harus menghadapi juara-juara dari berbagai regional di Indonesia.
“Anak-anak habis ini harus aktif, mereka enggak boleh berleha-leha lagi karena waktunya mepet sekali. Kita akan fokus pada latihan fisik dan defense,” ujarnya.
Menurut Tidaryanto, meski berhasil menjadi juara regional, kondisi timnya masih perlu banyak pembenahan sebelum tampil di level nasional.
Ia juga mengungkapkan kondisi tim sedikit terganggu karena sang kapten sempat mengalami cedera saat menjalani pertandingan regional.
“Kalau bicara nasional kondisinya masih jauh dari target, tapi kami akan berusaha tampil bagus. Ini event pertama kami di Samarinda dan event pertama menuju nasional,” katanya.
Bagi para pemain, keberhasilan menembus tingkat nasional menjadi momentum penting bagi perkembangan basket mahasiswa di Kalimantan Timur.
Kapten tim Unmul, Roitsabiq Dwi Pangga, mengatakan hadirnya Campus League memberikan harapan baru bagi mahasiswa yang selama ini merasa tidak memiliki jenjang kompetisi setelah lulus dari tingkat SMA.
“Hadirnya Campus League ini membuat kami merasa ternyata ada tujuan yang bisa dicapai,” ujarnya.
Roitsabiq menyebut pengalaman bertanding di regional Samarinda menjadi modal penting untuk membangun mental dan kekompakan tim sebelum menghadapi persaingan lebih ketat di tingkat nasional.
“Harapannya ke nasional nanti, kami harus bawa mental dan konsistensi yang lebih kuat, komunikasi yang lebih baik, serta memperbaiki kesalahan-kesalahan pada pertandingan kali ini,” katanya.
Meski kompetisi berlangsung kompetitif, kondisi olahraga mahasiswa di Samarinda dinilai masih membutuhkan banyak pengembangan.
Campus League 2026 Basketball Regional Samarinda hanya diikuti empat tim dari empat perguruan tinggi, yakni Unmul, Polnes, Poltekba, dan UMKT.
Bahkan pada edisi perdana ini tidak ada satu pun tim putri yang mendaftar sehingga kategori putri urung dipertandingkan.
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengakui minimnya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara.
“Kita sebenarnya membuka sampai 16 tim, tapi yang daftar hanya 4,” ujarnya.
Ryan menilai budaya kompetisi olahraga antar kampus di Samarinda masih tergolong baru sehingga banyak perguruan tinggi belum terbiasa mengikuti event berskala nasional seperti Campus League.
“Kami maklumi ini masih tahun pertama. Tim kampus mungkin belum terbiasa, ada yang kagum, bahkan mungkin takut ikut,” katanya.
Ia menambahkan pihak penyelenggara sebenarnya tetap membuka kategori putri, namun tidak adanya peserta membuat sektor tersebut tidak dapat digelar tahun ini.
Sebagai langkah membangun ekosistem olahraga mahasiswa yang lebih kompetitif, Campus League menyiapkan program penghargaan berupa beasiswa olahraga bernilai miliaran rupiah bagi kampus yang berhasil menjadi juara umum.
Penghargaan tersebut dihitung berdasarkan akumulasi medali dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
Skema tersebut dirancang agar kampus mulai aktif mencari dan membina student-athlete atau atlet berstatus mahasiswa sejak tingkat SMA.
Selain basket, Campus League juga berencana menghadirkan cabang olahraga lain di Samarinda, seperti bulu tangkis pada September mendatang dan futsal pada November 2026.
Ryan menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetisi olahraga mahasiswa di Samarinda selama tiga tahun ke depan.
“Kami ingin melihat perkembangan dan respons antusiasme lokal terhadap olahraga kampus,” singkatnya.
Sementara itu, dukungan terhadap pengembangan talenta muda melalui Campus League juga datang dari pihak sponsor utama, PT Bayan Resources Tbk melalui program Bayan Peduli.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, berharap keberhasilan Unmul dapat menjadi pemicu semangat bagi kampus lain di Kalimantan Timur untuk lebih serius membangun olahraga mahasiswa.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan jumlah peserta pada musim berikutnya agar kompetisi ini mampu memberikan dampak nyata bagi generasi muda di daerah.
Tidak hanya berhenti di tingkat nasional, juara Campus League kategori putra nantinya juga akan mewakili Indonesia pada ajang Asian University Basketball League di Makau pada Januari mendatang.
Tim pemenang akan menghadapi kampus-kampus terbaik dari sembilan negara, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Australia. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
