Samarinda, Kaltimetam.id – Borneo FC Samarinda mulai memusatkan perhatian penuh pada persiapan menghadapi laga berat melawan Malut United dalam lanjutan kompetisi pada Minggu (28/12/2025). Pertandingan ini dinilai krusial, tidak hanya karena kekuatan lawan, tetapi juga faktor perjalanan panjang, perbedaan waktu, serta kondisi cuaca di wilayah Indonesia Timur yang berpotensi menguras fisik pemain.
Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa tim pelatih dan manajemen memberi perhatian khusus pada aspek kebugaran dan kesiapan mental pemain jelang laga tersebut. Menurutnya, pertandingan di kandang Malut United merupakan salah satu laga terberat yang harus dihadapi tim pada fase ini.
“Persiapan kembali kita siapkan untuk menghadapi laga yang terberat, saya pikir. Kenapa saya katakan berat, karena rute perjalanan yang cukup panjang, lalu kita akan bermain di jam 13.30 waktu setempat. Ini tentu menjadi perhatian khusus bagi pelatih dan manajemen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain jarak tempuh yang jauh, faktor cuaca di wilayah Indonesia Timur juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi panas yang cukup ekstrem dinilai dapat memengaruhi performa pemain jika tidak diantisipasi dengan baik sejak awal.
“Kita tahu cuaca di sana bisa sangat panas. Mau tidak mau kita harus mengikuti regulasi yang ditetapkan, walaupun ada selisih waktu dua jam dengan Kalimantan. Ini jadi hal penting karena ketika kompetisi berjalan, fisik pemain menjadi faktor utama,” jelasnya.
Dandri menekankan bahwa kesiapan mental dan fisik harus kembali dibuktikan oleh para pemain Borneo FC pada laga mendatang. Ia berharap seluruh elemen tim tetap optimistis dan solid dalam menghadapi situasi yang tidak mudah tersebut.
“Saya berharap kesiapan mental dan fisik kembali dibuktikan di pertemuan selanjutnya. Kita harus tetap optimis bersama untuk menggapai apa yang kita inginkan,” tegasnya.
Menanggapi performa tim dalam tiga pertandingan terakhir yang belum membuahkan hasil maksimal, Dandri mengakui adanya kekecewaan di internal tim. Namun ia menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika kompetisi yang harus dihadapi dengan sikap profesional.
“Performa itu tidak selamanya sempurna. Dalam tiga pertandingan terakhir memang kami merasa tidak puas. Bahkan gol-gol yang tercipta ke gawang Borneo, menurut saya, murni dari kesalahan kita sendiri,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pembenahan menjadi agenda utama tim, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Dandri menyatakan keyakinannya bahwa pelatih kepala masih memiliki kapasitas untuk membawa tim keluar dari situasi sulit tersebut.
“Kami percaya Fabio masih bisa mengobati luka itu. Pembenahan-pembenahan ini harus kita lakukan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, memastikan bahwa tim telah mulai melakukan persiapan secara bertahap untuk menghadapi Malut United. Ia menyebutkan bahwa sesi latihan sudah difokuskan pada evaluasi serta penyesuaian kondisi pemain.
“Hari ini kami mulai mempersiapkan pertandingan melawan Malut. Ada beberapa pemain yang masih kita observasi karena masih dalam tahap fisioterapi,” kata Fabio.
Pelatih asal Brasil tersebut menambahkan bahwa tim masih memiliki waktu hingga tanggal 25 untuk menentukan kondisi akhir para pemain yang sedang menjalani pemulihan. Keputusan terkait komposisi skuad akan diambil setelah seluruh aspek medis dan fisik dipertimbangkan secara matang.
“Kita masih punya waktu sampai tanggal 25 untuk mengambil keputusan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan pemain yang diturunkan benar-benar siap secara fisik,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







