Samarinda, Kaltimetam.id – Pergerakan arus balik Lebaran di Terminal Lempake, Samarinda, mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap sejak H+1 Idulfitri atau pada 22 Maret 2026.
Aktivitas penumpang yang datang dan berangkat mulai kembali ramai, terutama dari wilayah penyangga seperti Bontang dan Sangatta menuju Samarinda.
Kondisi ini seiring dengan berakhirnya masa libur panjang dan dimulainya persiapan masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti bekerja dan bersekolah dalam waktu dekat.
Penata Layanan Operasional Terminal Lempake, Marsell Reza, menjelaskan bahwa peningkatan arus balik sudah mulai terlihat sejak awal, meski belum sepenuhnya merata.
Pada fase awal pasca-Lebaran, arus perjalanan justru didominasi oleh keberangkatan dari Samarinda ke daerah lain, sebelum akhirnya mulai berbalik arah dalam beberapa hari terakhir.
“Sejak tanggal 22 Maret sudah mulai ada arus balik, tapi awalnya lebih banyak dari Samarinda ke Bontang dan Sangatta. Kalau sekarang baru mulai meningkat yang dari Bontang dan Sangatta ke Samarinda,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Seiring meningkatnya mobilitas penumpang, jumlah armada bus yang beroperasi di Terminal Lempake juga ikut mengalami penyesuaian.
Jika pada hari-hari biasa hanya tersedia sekitar 4 hingga 5 armada per hari, maka pada momen Lebaran jumlah tersebut meningkat signifikan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
“Kalau Lebaran ini sekitar 10 sampai 12 bus per hari. Dari H+1 itu masih sekitar 6 sampai 10, tapi sekarang sudah mulai naik,” jelas Marsell.
Dari sisi kapasitas angkut, setiap armada bus rata-rata mengangkut 20 hingga 29 penumpang dalam sekali perjalanan, dengan kondisi penuh mencapai kapasitas maksimal.
Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menggunakan transportasi darat masih cukup tinggi, terutama untuk perjalanan antarkota dalam provinsi.
“Rata-rata penumpang itu 20 sampai 29 orang. Kalau penuh ya 29,” katanya.
Sementara itu, untuk arus kedatangan ke Samarinda, jumlah bus yang masuk ke Terminal Lempake bisa mencapai delapan armada per hari.
Mayoritas bus yang datang dalam kondisi penuh penumpang, dengan jadwal kedatangan yang umumnya berlangsung pada siang hari setelah menempuh perjalanan dari daerah asal.
“Kedatangan bisa sampai 8 bus per hari, dan biasanya penuh. Dari Bontang berangkat sekitar jam 11, dari Sangatta sekitar jam 12, jadi siang sudah tiba di Samarinda,” ungkapnya.
Untuk tarif perjalanan, pihak terminal menyebutkan bahwa harga tiket masih berada pada kisaran normal dan belum mengalami lonjakan signifikan.
Besaran tarif disesuaikan dengan tujuan serta fasilitas bus yang digunakan, baik non-AC maupun AC.
“Kalau ke Bontang non-AC Rp40 ribu, AC Rp50 ribu. Kalau ke Sangatta non-AC Rp55 ribu, AC Rp70 ribu,” jelasnya.
Meski arus balik mulai meningkat, Marsell mengungkapkan bahwa secara keseluruhan jumlah penumpang pada tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut diduga dipengaruhi oleh pola libur yang tidak serentak, terutama antara kalangan pekerja, pelajar, dan mahasiswa, serta adanya sistem kerja fleksibel yang masih diterapkan di beberapa instansi.
“Kalau dibanding tahun lalu memang agak menurun. Tahun lalu dari H-7 sudah ramai, sekarang baru terasa mendekati H-3. Mungkin karena jadwal liburnya tidak bersamaan, ada yang sudah duluan, ada juga yang masih bekerja,” terangnya.
Lebih lanjut, ia memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan, tepatnya pada 28 hingga 29 Maret 2026, menjelang dimulainya kembali aktivitas secara serentak pada 30 Maret. Pada periode tersebut, lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi secara signifikan.
“Puncaknya kemungkinan di tanggal 28 dan 29, karena tanggal 30 itu sudah mulai masuk kerja dan sekolah lagi,” ujarnya.
Di tengah peningkatan arus balik ini, pihak terminal turut mengimbau masyarakat agar dapat mengatur waktu keberangkatan dengan baik dan datang lebih awal ke terminal.
Hal ini penting untuk menghindari antrean panjang maupun potensi kehabisan tiket, mengingat tingginya mobilitas pada periode tersebut.
“Kalau bisa datang tepat waktu, karena sopir juga mengejar pulang-pergi. Kita juga terus koordinasi dengan PO untuk ketersediaan bus,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







