Video Viral Perkelahian di Kapal Pasir Samarinda, Satpolairud Amankan Sejumlah Pria untuk Diperiksa

Tangkapan layar perkelahian di atas kapal di Perairan Sungai Mahakam kawasan Harapan Baru. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan keributan di atas kapal pengangkut pasir di alur Perairan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Rekaman singkat itu memicu perhatian publik karena memperlihatkan sejumlah pria yang diduga terlibat cekcok di tengah aktivitas pelayaran Sungai Mahakam.

Peristiwa dalam video tersebut disebut terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Meski durasi rekaman hanya beberapa detik, adegan yang terekam menunjukkan situasi yang sempat memanas di atas kapal yang sedang beroperasi.

Belum ada keterangan resmi terkait pemicu awal insiden tersebut, sementara aparat kepolisian masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan duduk perkara kejadian.

Menanggapi viralnya video tersebut, Satpolairud Polresta Samarinda langsung melakukan penelusuran ke lokasi kejadian. Aparat juga mengamankan sejumlah orang yang diduga berada di kapal saat insiden berlangsung untuk dimintai keterangan.

Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, membenarkan adanya kejadian sebagaimana yang terlihat dalam video viral tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung melakukan langkah cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, telah terjadi dugaan perkelahian di atas kapal pasir di perairan Harapan Baru. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik dugaan perkelahian tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya kesalahpahaman antar awak kapal atau faktor lain yang memicu insiden.

Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan serta pihak yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Penyebabnya masih kami dalami. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para pihak yang diamankan dan saksi di lokasi,” jelasnya.

Polresta Samarinda memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban luka akibat insiden tersebut. Selain itu, belum terdapat penetapan tersangka karena proses penyidikan masih berjalan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa perkembangan kasus akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dan fakta-fakta hukum dapat dipastikan secara jelas.

Menanggapi insiden tersebut, Satpolairud Polresta Samarinda mengimbau seluruh nakhoda dan awak kapal yang beraktivitas di Sungai Mahakam agar mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dalam setiap persoalan di lapangan.

Polisi menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak hanya membahayakan keselamatan kerja di atas kapal, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran yang menjadi jalur vital transportasi dan ekonomi di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau agar setiap persoalan diselesaikan dengan cara yang baik. Jika terjadi konflik, segera libatkan aparat agar tidak berkembang menjadi kekerasan,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id