CFN Perdana di Samarinda Berjalan Baik, Penataan Parkir Jadi Catatan

Suasana malam perdana CFN pada Sabtu lalu (18/4/2026) di Jalan Kesuma Bangsa. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pelaksanaan perdana Car Free Night (CFN) di Jalan Kusuma Bangsa menjadi momentum awal bagi Pemerintah Kota Samarinda dalam menghadirkan ruang publik alternatif bagi masyarakat.

Antusiasme warga terlihat cukup tinggi, namun di sisi lain, pelaksanaan kegiatan ini juga membuka sejumlah catatan penting, terutama terkait kesiapan infrastruktur pendukung.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penataan parkir di sekitar kawasan kegiatan. Meski area inti CFN dinilai berjalan cukup baik, persoalan justru muncul di titik-titik penyangga yang belum tertata optimal.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai bahwa keberhasilan kegiatan seperti CFN tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di lokasi utama, tetapi juga oleh pengelolaan area sekitarnya.

“CFN-nya bagus, tapi di luar area inti justru muncul parkir-parkir liar di kiri kanan jalan yang cukup mengganggu,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menekankan bahwa pengaturan parkir harus menjadi bagian dari perencanaan menyeluruh, bukan hanya difokuskan pada titik kegiatan.

Menurutnya, keberadaan juru parkir liar menunjukkan masih adanya celah dalam pengawasan dan pemanfaatan titik parkir resmi.

“Saya sendiri sempat diminta Rp10 ribu, itu tentu tidak wajar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyebut bahwa pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi untuk mendukung pelaksanaan CFN.

Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas tersebut dan tidak mengikuti arahan parkir di lokasi yang tidak direkomendasikan.

“Kami sudah siapkan titik parkir resmi, seperti di GOR Segiri dan GOR Mall. Jadi sebaiknya masyarakat parkir di tempat yang sudah ditentukan,” kata Rohim.

Menurutnya, persoalan parkir liar tidak hanya berkaitan dengan pengawasan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang masih memilih parkir di lokasi terdekat dengan pusat keramaian.

“Kalau masyarakat tertib, sebenarnya parkir liar itu tidak akan muncul,” tuturnya.

Ke depan, pelaksanaan CFN diharapkan tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menata ruang kota secara lebih terintegrasi.

Penyesuaian dan pembenahan di berbagai aspek, termasuk manajemen lalu lintas dan parkir, dinilai penting agar kegiatan serupa dapat berjalan lebih optimal di waktu mendatang. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id