Samarinda, Kaltimetam.id – Dinas PUPR-PERA Kalimantan Timur menyiagakan sejumlah unit pemeliharaan infrastruktur beserta peralatan berat guna mengantisipasi potensi gangguan di jalur mudik Lebaran, khususnya pada ruas jalan provinsi yang menjadi lintasan utama masyarakat.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan pihaknya telah mengerahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Infrastruktur Pekerjaan yang tersebar di tiga wilayah kerja di Kalimantan Timur.
Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat jika terjadi gangguan di lapangan.
Menurutnya, pembagian wilayah kerja tersebut dilakukan untuk mempermudah koordinasi sekaligus mempercepat respons apabila terjadi permasalahan pada jalur transportasi yang dilalui pemudik.
“Untuk mengantisipasi arus mudik, kami menyiagakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Infrastruktur Pekerjaan yang berada di tiga wilayah,” ujarnya, Jum’at (6/3/2026).
Ia menjelaskan, UPTD Wilayah I mencakup Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Sementara UPTD Wilayah II meliputi Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), hingga Mahakam Ulu (Mahulu). Adapun UPTD Wilayah III bertugas di wilayah Bontang, Kutai Timur (Kutim), hingga Berau.
Selain menyiagakan personel di masing-masing wilayah, Dinas PUPR-PERA Kaltim juga telah mempersiapkan berbagai armada dan peralatan berat yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menangani kondisi darurat di lapangan.
“Di masing-masing UPTD tersebut kami telah menyiapkan sejumlah armada dan peralatan, seperti excavator, grader, vibro compactor, dump truck, dan armada pendukung lainnya. Seluruh peralatan itu dalam kondisi siaga,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh peralatan tersebut akan langsung diturunkan apabila terjadi gangguan pada ruas jalan provinsi, seperti longsor atau kerusakan jalan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas.
“Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan di jalan provinsi, misalnya longsor atau kondisi lain yang menyebabkan arus lalu lintas terganggu, maka peralatan tersebut siap langsung diturunkan,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya juga membuka peluang koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait jika dibutuhkan penanganan di ruas jalan nasional, terutama pada titik-titik yang berpotensi terdampak saat arus mudik berlangsung.
“Tidak hanya untuk jalan provinsi, kami juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak terkait untuk penanganan di jalan nasional apabila dibutuhkan,” demikian Fitra. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







