Samarinda, Kaltimetam.id – Kota Tepian menjadi pusat perhatian akhir pekan ini. Selama dua hari penuh, 13–14 September 2025, semangat kepalangmerahan menggema lewat penyelenggaraan Youth Red Cross Competition (YRCC) 2025.
Sebanyak 18 sekolah menengah atas dan sederajat di Samarinda mengirimkan 180 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira terbaik mereka untuk unjuk kemampuan dalam berbagai ajang lomba yang sarat nilai edukasi, kepemimpinan, dan kemanusiaan.
Ketua Panitia YRCC 2025, Nurmubin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar ajang adu gengsi. Kompetisi yang diprakarsai oleh UKK KSR PMI Unit Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ini menjadi bagian penting dari pembinaan karakter remaja di Samarinda.
“YRCC adalah ruang untuk meningkatkan keterampilan, menumbuhkan sikap kepedulian, sekaligus melatih jiwa kepemimpinan. Ini juga menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan PMR di sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar lomba, ajang ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarunit PMR, sekaligus membangun jejaring komunikasi yang lebih solid di kalangan generasi muda.
Gelaran YRCC 2025 berlangsung dengan agenda padat. Hari pertama dimulai dengan stadium general, menghadirkan narasumber yang menyampaikan materi inspiratif seputar kepalangmerahan dan peran relawan muda dalam aksi kemanusiaan.
Setelah itu, peserta mengikuti lomba diseminasi, yang menguji kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan efektif, serta lomba Ranking 1, yang menantang kecerdasan, pengetahuan umum, hingga logika para peserta.
Suasana kompetisi semakin semarak pada Minggu (14/9/2025), ketika digelar tiga lomba unggulan yaitu videografi, pentas seni, serta pertolongan pertama (PP). Jika videografi menampilkan kreativitas dalam bercerita melalui kamera, pentas seni menjadi panggung ekspresi budaya dan kebersamaan. Sementara itu, lomba pertolongan pertama tampil sebagai magnet utama, menguji kesiapan anggota PMR dalam menghadapi simulasi keadaan darurat.
Panitia menyiapkan beragam penghargaan bergengsi. Setiap cabang lomba memperebutkan piala dan piagam untuk juara 1, 2, dan 3. Tidak berhenti di situ, ada pula penghargaan khusus Juara Terbaik 1, 2, dan 3 yang berhak mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan.
Selain itu, semua peserta memperoleh sertifikat, sedangkan sekolah masing-masing menerima piagam penghargaan dan plakat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
“Penghargaan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi simbol komitmen generasi muda untuk terus berkontribusi dalam misi kemanusiaan,” tambahnya.
Menurut panitia, YRCC 2025 diharapkan dapat menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan sportif. Lebih jauh, kegiatan ini mendukung program pembinaan karakter remaja agar tumbuh menjadi pribadi yang bersih, sehat, peduli, bersahabat, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
“Lewat kegiatan ini, kita ingin mengirimkan pesan bahwa PMR bukan sekadar ekstrakurikuler di sekolah. Ia adalah kawah candradimuka yang menyiapkan generasi muda dengan keterampilan nyata dalam kemanusiaan,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
