Usai Pasar Segiri Terbakar, Pemkot Samarinda Siapkan Dana Tak Terduga Rp1,1 Miliar untuk Pembangunan

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda Pasar Segiri pada Kamis (26/3/2026) lalu.

Insiden tersebut menghanguskan sedikitnya 20 lapak berbahan kayu serta 24 unit ruko beton, sehingga berdampak langsung pada aktivitas para pedagang di kawasan tersebut.

Pasca kejadian, pemerintah langsung menggelar rapat untuk menentukan langkah penanganan, termasuk skema pembangunan kembali fasilitas yang terdampak.

Salah satu keputusan utama yang diambil adalah penggunaan dana tak terduga guna mempercepat proses pemulihan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan bahwa anggaran untuk pembangunan kembali Pasar Segiri telah disepakati.

Nilai anggaran tersebut ditetapkan berdasarkan hasil pembahasan internal pemerintah kota.

“Kemarin sudah kita rapatkan pembangunan Pasar Segiri yang terbakar itu budgetnya sebesar Rp1,1 miliar. Dan sekarang sedang dalam persiapan, apakah minggu ini atau pokoknya kalau lokasinya sudah siap kita langsung kerjakan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan akan menggunakan konsep konstruksi campuran guna memastikan kekuatan sekaligus efisiensi.

Material yang digunakan tidak hanya beton, tetapi juga dipadukan dengan kayu ulin yang dikenal memiliki ketahanan tinggi.

Menurutnya, pendekatan ini dipilih agar bangunan yang dibangun kembali tidak hanya kokoh, tetapi juga tetap menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan di Pasar Segiri.

“Tapi sudah kita putuskan dalam rapat kemarin besaran anggaran untuk pembangunan Pasar Segiri itu sebesar Rp1,1 miliar, dengan memakai konstruksi campuran, mixing antara struktur beton dan ulin,” jelas Andi Harun.

Saat ini, proses di lapangan masih dalam tahap persiapan sebelum pembangunan dimulai. Pemerintah memastikan pembersihan lokasi telah dilakukan, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan teknis yang harus diselesaikan, terutama terkait kondisi tanah.

Tahapan tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pembangunan dapat berjalan lancar dan memenuhi standar teknis yang diperlukan.

Salah satunya adalah proses perataan atau leveling lahan agar konstruksi dapat berdiri dengan optimal.

“Jika kondisi lapangannya sudah siap langsung kita kerja. Nah kemarin laporannya itu masih ada sedikit leveling ya, pembersihan sudah dilakukan tapi masih harus dilakukan pekerjaan tanah sedikit lagi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah menargetkan pembangunan dapat segera dimulai dalam waktu dekat, tanpa menunggu terlalu lama.

Hal ini dilakukan agar aktivitas perdagangan di Pasar Segiri dapat kembali berjalan dan para pedagang bisa segera beroperasi seperti biasa.

“Saya kira dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” demikian Andi Harun. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version