Samarinda, Kaltimetam.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mengerahkan ratusan personel guna memastikan keamanan rangkaian ibadah Paskah di seluruh gereja yang tersebar di Kota Tepian. Pengamanan ini dilakukan secara menyeluruh sejak Kamis Putih hingga perayaan puncak Paskah pada Minggu, sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah. Ia menyebutkan, pengamanan telah dimulai sejak awal rangkaian kegiatan keagamaan dan akan terus berlangsung hingga seluruh agenda selesai.
“Sejak Kamis Putih, Jumat Agung, hingga nanti puncak perayaan Paskah, kami pastikan seluruh gereja mendapatkan pengamanan. Ini bentuk pelayanan kami kepada masyarakat agar dapat beribadah dengan tenang,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Polresta Samarinda melibatkan sekitar 600 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polresta dan seluruh jajaran Polsek. Selain penjagaan terbuka, aparat juga melakukan langkah preventif berupa sterilisasi di sejumlah gereja sebelum pelaksanaan ibadah.
Sterilisasi dilakukan bekerja sama dengan personel Brimob Polda Kalimantan Timur guna memastikan tidak ada potensi ancaman keamanan di lokasi ibadah. Langkah ini menjadi prosedur standar dalam pengamanan kegiatan keagamaan berskala besar.
Sejumlah gereja dengan jumlah jemaat besar menjadi prioritas pengamanan ekstra. Di antaranya Gereja Katedral, Gereja Immanuel, Gereja Santo Lukas di Jalan Ahmad Yani, serta Gereja HKBP di kawasan Merak. Keempat lokasi tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena tingginya aktivitas dan jumlah jemaat yang hadir.
“Kami memberikan perhatian khusus pada beberapa gereja besar yang memiliki jumlah jemaat lebih banyak. Pengamanan dilakukan lebih intensif untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” jelas Hendri.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak gereja telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk terkait jadwal misa dan kebaktian. Hal ini bertujuan agar pengamanan dapat dilakukan secara optimal dan tepat waktu di setiap sesi ibadah.
Selain itu, kehadiran aparat di sekitar lokasi ibadah diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya rangkaian ibadah.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kami harap semua pihak dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
