Samarinda, Kaltimetam.id – Absennya pertemuan langsung antara Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dengan massa dalam aksi 214 pada Selasa (21/4/2026) memunculkan perhatian publik.
Respons pemerintah provinsi baru disampaikan sehari setelahnya, melalui pesan video yang diunggah di akun resmi media sosial Pemprov Kaltim.
Dalam pernyataannya, Rudy tidak menyinggung secara khusus alasan ketidakhadirannya di tengah massa aksi.
Namun, ia memilih menyoroti jalannya demonstrasi yang dinilai tetap terkendali hingga selesai, sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, dan TNI-Polri yang menjaga keamanan situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi,” ujar Rudy Mas’ud.
Alih-alih menanggapi tuntutan secara rinci, pemerintah provinsi menempatkan aksi tersebut sebagai bagian dari mekanisme kontrol sosial.
Rudy menilai keterlibatan mahasiswa dan masyarakat menjadi elemen penting dalam mengawal jalannya pemerintahan, khususnya dalam proses evaluasi kinerja.
Menurutnya, partisipasi publik tidak hanya diperlukan dalam bentuk dukungan, tetapi juga kritik yang membangun.
Ia bahkan mendorong agar masyarakat terus mengambil peran aktif dalam mengawasi arah pembangunan daerah.
“Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat bisa selalu menjadi mata dan telinga kami dalam melaksanakan perbaikan serta evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” lanjutnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Rudy menyinggung posisi generasi muda sebagai penentu arah masa depan daerah.
Ia memandang aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Timur.
“Di tangan kalianlah masa depan Kalimantan Timur akan ditentukan. Masukan dari adik-adik mahasiswa dan masyarakat hari ini sangat berarti dan sangat berkelas,” tegasnya.
Meski demikian, tidak adanya audiensi langsung saat aksi berlangsung menjadi catatan tersendiri dalam dinamika penyampaian aspirasi kali ini.
Massa sebelumnya sempat mendatangi DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur, namun tidak memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan kepala daerah.
Rudy memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan tetap menjadi perhatian pemerintah dan akan digunakan sebagai bahan evaluasi ke depan.
“Semoga ke depan kami dan seluruh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bisa berakselerasi untuk memperbaiki kinerja kami,” tutupnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
