Tunggu Perbaikan Tak Kunjung Datang, Relawan Samarinda Ambil Inisiatif Tambal Jalan Berlubang yang Bahayakan Pengendara

Relawan Ghost Aspal melakukan penambalan jalan berlubang dikawasan Siradj Salman Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kondisi jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki di Jalan Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, akhirnya mendorong sekelompok relawan turun langsung melakukan perbaikan secara swadaya. Melalui aksi gotong royong yang digelar pada malam hari, Komunitas Ghost Aspal Samarinda menambal lubang di badan jalan yang selama hampir satu bulan terakhir dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Aksi sosial tersebut dilakukan di salah satu titik ruas Jalan Siradj Salman, tepatnya di depan sebuah pusat perbelanjaan yang setiap harinya dilintasi ribuan kendaraan. Lubang yang berada di tengah badan jalan itu disebut terus membesar seiring tingginya volume lalu lintas dan telah menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan.

Keberadaan relawan di lokasi mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar yang selama ini mengkhawatirkan kondisi jalan tersebut. Selain menjadi jalur utama penghubung berbagai kawasan di Samarinda, Jalan Siradj Salman juga dikenal sebagai salah satu ruas dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat sejak pagi hingga malam hari.

Salah seorang pedagang yang berjualan tidak jauh dari lokasi, Edi Saputra, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung hampir satu bulan. Selama itu pula, warga sekitar harus menyaksikan sejumlah pengendara terjatuh akibat tidak menyadari keberadaan lubang yang berada di tengah jalur kendaraan. Menurutnya, kecelakaan paling sering terjadi saat kondisi cuaca gerimis maupun ketika pengendara berada di belakang kendaraan berukuran besar yang menutupi pandangan mereka terhadap lubang di jalan.

“Lubang ini sudah hampir satu bulan. Sudah ada sekitar tiga pengendara yang jatuh. Biasanya pengendara motor yang menjadi korban karena lubangnya tidak terlihat, apalagi kalau berada di belakang mobil atau saat kondisi jalan basah karena gerimis,” ujarnya, Senin (01/06/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar korban mengalami luka lecet akibat terjatuh. Meski belum ada laporan korban dengan luka berat, kondisi tersebut tetap dianggap sangat mengkhawatirkan karena berpotensi menyebabkan kecelakaan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.

“Awalnya lubang itu kecil, tetapi makin lama makin membesar dan semakin berbahaya. Kalau terus dibiarkan tentu risiko kecelakaannya juga semakin tinggi,” katanya.

Edi mengaku hingga saat relawan melakukan penambalan, dirinya belum melihat adanya upaya perbaikan yang dilakukan pihak terkait. Karena itu, ia berharap kerusakan jalan tersebut dapat segera ditangani secara permanen agar tidak menimbulkan korban baru.

“Harapan kami tentu jalan ini bisa segera diperbaiki secara menyeluruh supaya tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban,” harapnya.

Hal senada disampaikan warga RT 19 Jalan Siradj Salman, Nur Wahid. Ia menilai kondisi jalan yang rusak tersebut semakin hari semakin mengkhawatirkan karena ukuran lubang terus melebar dan kedalamannya bertambah. Menurutnya, pengguna jalan yang berasal dari luar kawasan menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kecelakaan karena tidak mengetahui kondisi jalan yang sebenarnya.

“Kalau warga sekitar mungkin sudah hafal dan lebih berhati-hati. Tapi kalau orang yang baru pertama lewat atau jarang melintas di sini tentu sangat berbahaya. Mereka bisa kaget dan kehilangan kendali saat melihat lubang secara tiba-tiba,” katanya.

Nur Wahid mengapresiasi langkah yang dilakukan para relawan. Baginya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan setiap hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada para relawan. Dengan adanya penambalan ini setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan dan membuat pengguna jalan lebih aman saat melintas,” singkatnya.

Sementara itu, Relawan Ghost Aspal Samarinda, Amang Adan, mengatakan kegiatan penambalan jalan tersebut merupakan aksi perdana yang dilakukan komunitasnya. Langkah tersebut lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya laporan warga mengenai jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan menjadi alasan utama para relawan memutuskan untuk turun langsung melakukan perbaikan meskipun menggunakan dana swadaya.

“Kami bergerak karena alasan keselamatan warga. Jangan sampai ada korban lagi akibat jalan berlubang. Ini soal keamanan dan kenyamanan masyarakat Samarinda,” ujarnya.

Amang menjelaskan seluruh biaya yang digunakan dalam kegiatan tersebut berasal dari hasil swadaya para relawan dan dukungan warga sekitar. Tidak ada bantuan anggaran maupun fasilitas dari pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Dana yang digunakan murni dari teman-teman relawan dan ada juga bantuan dari warga. Jadi ini benar-benar gerakan bersama karena kepedulian terhadap kondisi jalan yang membahayakan,” katanya.

Meski hanya berupa penanganan sementara, ia berharap aksi tersebut dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan-jalan rusak di Kota Samarinda.

Menurut Amang, keberadaan komunitas Ghost Aspal bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

“Kami ini hanya pemancing agar persoalan jalan berlubang mendapat perhatian. Harapan kami tentu ada tindak lanjut dari pemerintah sehingga jalan-jalan yang rusak bisa segera diperbaiki secara permanen,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunitasnya akan terus merespons laporan masyarakat mengenai jalan berlubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Apabila memungkinkan, relawan akan turun langsung melakukan penanganan sementara sembari menunggu perbaikan dari instansi terkait.

“Kami akan terus bergerak jika ada laporan dari warga. Kalau memang kami mampu, akan kami kerjakan. Kalau tidak, kami akan mencoba berkolaborasi dengan pihak terkait agar penanganannya bisa lebih cepat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version