Samarinda, Kaltimetam.id – Dugaan kasus malpraktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda mencuat setelah temuan kawat di dalam tubuh pasien pasca tindakan medis.
Temuan ini baru diketahui setelah pasien menjalani pemeriksaan lanjutan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam prosedur medis, meski hingga kini masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.
Kasus ini pun menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, sekaligus mendorong perlunya evaluasi terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur tersebut.
Sebelumnya, pihak manajemen RSUD AWS telah menyampaikan permintaan maaf kepada pasien dan keluarga. Selain itu, dokter yang menangani kasus ini juga telah dijatuhi sanksi sementara berupa skorsing selama enam bulan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengaku pihaknya belum menerima laporan lengkap terkait kejadian tersebut. Namun, ia memastikan persoalan ini akan segera dibahas bersama pihak terkait.
“Saya ini baru dapat undangan nanti malam terkait dengan dugaan malpraktek, ya. Nanti besok lah saya bisa sampaikan terkait dengan ini,” ujar Jaya, Senin (1/6/2026).
Ia menegaskan, setiap dugaan kesalahan dalam pelayanan kesehatan harus segera ditangani agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Tapi secara umum memang saya sudah sampaikan bahwa hal-hal yang seperti ini harus segera diselesaikan,” katanya.
Jaya menekankan, perlu dilakukan penelusuran secara menyeluruh untuk mengetahui di mana letak kekeliruan dalam pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Hal ini penting agar dapat dipastikan apakah kejadian tersebut merupakan kelalaian atau bagian dari tindakan medis darurat.
“Di mana letak kekeliruan atau kekurangan dalam pelayanan dengan masyarakat ya, sehingga tidak boleh ada terjadi kesalahan dalam pelayanan, walaupun belum mengatasi secara pasti, apakah itu memang betul malpraktek atau memang tindakan yang diperlukan untuk melakukan tindakan emergency kepada pasien,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menarik kesimpulan karena belum menerima laporan rinci terkait kronologi kejadian tersebut.
“Jadi secara jelasnya saya belum dapat informasi laporan secara spesifik ya,” imbuhnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim pun akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Pengawas (Dewas) dan jajaran direksi RSUD AWS untuk membahas kasus ini secara menyeluruh.
“Nanti malam kami merapat dengan Dewas dan pihak direksi ya. Karena ada undangan, saya juga ingin mengetahui secara jelas. Yang jelas kita ingin mengoreksi semua pelayanan yang ada di rumah sakit AWS,” terangnya.
Lebih lanjut, Jaya menilai persoalan ini tidak bisa dilihat sebagai kasus tunggal. Ia menyebut, masih ada sejumlah aspek pelayanan lain yang juga perlu menjadi perhatian agar kualitas layanan kesehatan ke depan bisa lebih baik.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur, RSUD AWS memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sebab itu, kualitas layanan harus terus dijaga agar masyarakat tetap merasa aman dan percaya saat menjalani perawatan.
“Untuk sementara, tujuannya yang pertama kepastian pelayanan itu harus dan tidak boleh ada keraguan-keraguan masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan yang sama di rumah sakit,” kata Jaya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan.
“Jangan sampai kepercayaan masyarakat itu hilang karena permasalahan ini. Tapi saya juga mewakili masyarakat untuk menyampaikan hal-hal keluhan, jangan takut, jangan khawatir tidak ditanggapi,” tegasnya.
Evaluasi yang dilakukan, lanjutnya, tidak hanya menyasar individu tenaga medis, tetapi juga sistem pelayanan secara keseluruhan, mulai dari tata kelola hingga beban kerja tenaga kesehatan.
“Tapi intinya bahwa kita tidak hanya mengaitkan pada kasus-kasus yang sekarang ya, tapi semua kasus, sehingga terjadi perbaikan layanan di rumah sakit,” demikian Jaya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
