Terungkap, Ini Awal Mula Tabrak Lari Beruntun di Samarinda yang Tewaskan Satu Orang dan Lukai Lima Lainnya

Tangkapan layar saat mobil terioz putih diamankan warga sebelum kembali kabur. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kasus tabrak lari beruntun yang melibatkan mobil Daihatsu Terios putih bernomor polisi KT 1576 CK di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus bergulir dan menyita perhatian publik. Aparat kepolisian mulai mengungkap rangkaian peristiwa yang diduga menjadi pemicu insiden maut tersebut, yang menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku berinisial IS (29) diduga mengalami kepanikan sesaat sebelum kecelakaan beruntun terjadi. Menurutnya, sebelum insiden, pelaku diketahui sempat berada di sebuah swalayan untuk bertemu dengan seorang perempuan. Pertemuan tersebut, kata dia, sebelumnya telah direncanakan melalui komunikasi di media sosial.

“Dari informasi yang kami terima, sebelum kejadian, yang bersangkutan sempat bertemu seorang perempuan di swalayan. Tidak lama kemudian didatangi dua orang pria dan terjadi dugaan pengancaman,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, pelaku kemudian meninggalkan lokasi secara tergesa-gesa dengan mengendarai mobilnya. Kepanikan yang dialami diduga membuat pelaku kehilangan kendali saat berkendara di jalan raya.

Polisi menduga pelaku melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak terkendali, hingga akhirnya memicu serangkaian kecelakaan di beberapa titik ruas jalan di Samarinda. Rangkaian tabrakan itu terjadi dalam waktu singkat dan melibatkan sejumlah pengguna jalan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku merasa terancam lalu melarikan diri. Dari situlah rangkaian kecelakaan terjadi,” jelasnya.

Insiden tersebut mengakibatkan enam orang menjadi korban. Satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang diderita, sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka.

“Dari enam korban, satu meninggal dunia. Lima lainnya sempat dirawat, empat sudah diperbolehkan pulang dan satu masih dalam perawatan,” ungkap La Ode.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian luas masyarakat, mengingat kecelakaan terjadi di beberapa titik dan menimbulkan korban jiwa. Selain itu, rangkaian kejadian yang berlangsung cepat juga sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi.

Meski terdapat informasi terkait dugaan pengancaman terhadap pelaku sebelum kejadian, pihak kepolisian menegaskan bahwa fokus utama penanganan saat ini tetap pada perkara kecelakaan lalu lintas.

“Untuk pengakuan pelaku seperti itu, namun kami tidak mendalami ke arah sana. Fokus kami pada perkara laka lantas yang terjadi,” tegasnya.

Saat ini, pelaku IS telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum. Penyidik juga terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi guna melengkapi berkas perkara.

“Sampai saat ini sudah dua saksi yang kami periksa, dan akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan penyidikan,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id