Tangis Pedagang Pasar Segiri Pecah Usai Kebakaran, Kehilangan Lapak dan Sumber Nafkah dalam Sekejap

Bekas puing-puing kebakaran lapak pedagang di Pasar Segiri Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana duka masih menyelimuti kawasan Pasar Segiri, Samarinda, pasca kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis (25/3/2026) dini hari. Di balik puing-puing bangunan yang hangus, tersimpan kisah pilu para pedagang yang harus kehilangan lapak, barang dagangan, sekaligus sumber penghidupan mereka dalam waktu singkat.

Kebakaran yang melanda salah satu pusat ekonomi terbesar di Kota Tepian itu tidak hanya menghanguskan puluhan bangunan, tetapi juga memukul keras kehidupan para pedagang kecil yang selama ini bergantung pada aktivitas pasar.

Salah Satu Pedagang Es Batu dan Udang, Arjuna (50), masih terlihat terpukul saat mengingat detik-detik kebakaran. Ia mengatakan, saat itu dirinya tengah berjualan seperti biasa, di tengah ramainya aktivitas pasar yang memang sudah dimulai sejak tengah malam.

“Memang di sini dari jam 12 malam sampai jam 1 sudah ramai. Saya lagi jualan seperti biasa waktu itu,” ujarnya.

Namun, suasana yang semula normal berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api tiba-tiba muncul dari area los sayuran di bagian tengah pasar. Dalam waktu singkat, api membesar dan sulit dikendalikan.

Situasi semakin mencekam ketika terdengar beberapa kali ledakan yang diduga berasal dari tabung gas maupun kendaraan bermotor di sekitar lokasi.

“Ada ledakan, bahkan dua motor sampai meledak. Itu yang bikin semua panik, orang-orang langsung mundur,” katanya.

Di tengah kekacauan tersebut, Arjuna bersama pedagang lain berusaha menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dijangkau. Namun upaya itu tidak sepenuhnya berhasil.

Dari sekitar 30 unit kulkas yang dimilikinya untuk menyimpan es dan udang, hanya sebagian kecil yang bisa diselamatkan.

“Ada tiga yang kena api, sekitar 10 yang sempat diselamatkan anak saya,” tuturnya.

Kerugian yang dialami Arjuna ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Namun bagi dirinya, yang paling berat bukan hanya soal materi, melainkan hilangnya penghasilan harian yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarga.

Meski diliputi kesedihan, Arjuna mencoba tegar dan berencana untuk kembali bangkit, meski harus memulai dari kondisi yang sangat terbatas.

“Rencananya pasang atap seadanya dulu, yang penting bisa jualan lagi,” ucapnya.

Kondisi lebih memprihatinkan dialami para pedagang sayuran. Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa hampir seluruh dagangan mereka tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat melahap area los sayur yang menjadi titik awal kebakaran.

“Sayur-sayuran habis semua. Api cepat sekali membesar, kami tidak sempat selamatkan apa-apa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian pasar sudah mulai dipenuhi aktivitas bongkar muat dan transaksi. Namun, kepanikan yang terjadi membuat para pedagang hanya bisa fokus menyelamatkan diri.

“Jam segitu sudah ramai, tapi begitu api besar, semua orang lari, selamatkan diri dulu,” katanya.

Tidak seperti barang dagangan lain yang masih bisa diselamatkan sebagian, komoditas sayuran yang mudah rusak membuat kerugian menjadi total. Para pedagang kini harus memulai kembali usaha mereka dari nol, tanpa sisa stok yang bisa dijual.

“Kalau sayur ini tidak bisa disimpan lama, jadi tidak ada yang tersisa. Harus mulai dari awal lagi,” tambahnya.

Di tengah keterpurukan tersebut, para pedagang hanya bisa berharap adanya perhatian dan langkah cepat dari pemerintah daerah. Mereka membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk pemulihan fasilitas pasar maupun dukungan untuk kembali menjalankan usaha.

Bagi mereka, Pasar Segiri bukan sekadar tempat berdagang, melainkan sumber kehidupan yang menopang kebutuhan keluarga sehari-hari. Kehilangan lapak berarti kehilangan penghasilan, bahkan harapan untuk bertahan hidup.

Para pedagang berharap proses pembersihan dan pembangunan kembali pasar dapat segera dilakukan, agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan seperti semula.

“Harapannya cepat dibangun lagi. Supaya kami bisa kembali cari makan, seperti dulu,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version