Samarinda, Kaltimetam.id – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Lambung Mangkurat, Gang Masjid Blok H dan I, RT 46, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Sedikitnya enam bangunan dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain, dipicu oleh kondisi angin yang cukup kencang serta jarak antar rumah yang saling berdekatan. Kepanikan pun sempat terjadi di kalangan warga yang berusaha menyelamatkan diri dan harta benda.
Relawan Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS), Mulyadi, mengatakan dirinya awalnya mendapat informasi saat berada di sekitar mesin ATM sebelum diminta untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
“Saya awalnya dikira itu hanya asap dari kabel terbakar. Tapi setelah saya telusuri sampai ke lokasi, ternyata api sudah besar dan membakar rumah warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar dan sulit dikendalikan, terlebih dengan kondisi angin yang mempercepat penyebaran.
“Api langsung besar, ditambah angin kencang, jadi cepat merambat ke bangunan lain,” katanya.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda bersama relawan pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa akses jalan menuju lokasi yang sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
“Jalan di lokasi sangat sempit, sehingga mobil damkar berukuran besar tidak bisa masuk. Hanya unit kecil dan relawan yang bisa mendekati titik api,” jelasnya.
Meski demikian, petugas tetap berjibaku memadamkan api dengan mengerahkan dua posko dan tiga unit mobil pemadam kebakaran, dibantu oleh relawan dari berbagai organisasi serta warga setempat.
Berdasarkan data sementara, terdapat enam bangunan yang terdampak kebakaran, terdiri dari lima rumah tunggal dan satu bangunan bangsalan dengan tiga pintu.
“Total ada enam bangunan yang terbakar. Lima rumah tinggal dan satu bangunan bangsalan,” ungkapnya.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam hingga api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Kami masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







