Samarinda, Kaltimetam.id – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga masyarakat Kalimantan Timur. Dengan semangat tinggi, sebanyak 813 kontingen Kaltim diberangkatkan untuk mengikuti event nasional tersebut, membawa target ambisius: masuk tiga besar.
Antusiasme terasa sejak pagi hari, Kamis (24/7/2025), saat pelepasan kontingen di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Ratusan pegiat olahraga dari berbagai penjuru daerah di Kaltim tampak hadir dengan atribut khas, mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat sportivitas daerah.
Momentum pelepasan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, didampingi sejumlah pejabat daerah. Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa target tiga besar bukan sekadar mimpi, melainkan buah dari persiapan matang dan evaluasi dari keikutsertaan sebelumnya di FORNAS VII tahun 2023.
“Kita sudah belajar banyak dari event sebelumnya. Tahun ini, dengan semangat yang kita bawa, dengan jumlah pegiat dan cabang yang lebih kuat, kita optimistis bisa menembus tiga besar nasional,” ucap Rudy di hadapan ratusan peserta dan ofisial.
Komposisi kontingen Kaltim mencakup 44 induk olahraga, dengan total 647 pegiat dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta 166 ofisial. Beberapa di antaranya bahkan berangkat secara mandiri, memperkuat kesan bahwa olahraga rekreasi telah mengakar di tengah masyarakat Kaltim.
Gubernur Rudy menambahkan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya bersifat simbolis. Alokasi anggaran bernilai miliaran rupiah telah disiapkan untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen dapat terpenuhi dengan baik, mulai dari transportasi hingga akomodasi selama berada di NTB.
“Kami ingin para atlet berangkat dengan tenang dan kembali membawa kebanggaan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, pemerintah hadir penuh mendukung kalian,” lanjutnya.
FORNAS VIII dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Selain mengejar prestasi, keikutsertaan Kaltim juga dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya lokal melalui interaksi antar daerah. Olahraga rekreasi, dalam konteks ini, menjadi media pemersatu sekaligus diplomasi budaya.
Rudy juga menekankan pentingnya menumbuhkan nilai keikhlasan, semangat berjuang, dan kerja keras. Ia percaya bahwa hasil terbaik akan mengikuti jika proses dilalui dengan sungguh-sungguh.
“Jadikan ajang ini sebagai tempat belajar dan membanggakan daerah. Tunjukkan bahwa kita bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga berbudaya,” tutupnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
