Samarinda, Kaltimetam.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau panjang yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah antisipatif mulai disiapkan sejak dini guna meminimalkan risiko bencana yang kerap terjadi setiap musim kemarau, khususnya di wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti lahan gambut.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait penetapan status siaga bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering. Regulasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah kabupaten dan kota dalam menetapkan status siaga hingga darurat sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing.
“Regulasi saat ini masih berproses. Kami berharap dalam waktu dekat sudah ada keputusan resmi sebagai dasar langkah penanganan di daerah,” ujarnya.
Meski demikian, BPBD Kaltim tidak tinggal diam. Sejumlah langkah teknis telah mulai dipersiapkan, salah satunya dengan memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla. Mengingat puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September, kesiapan peralatan menjadi faktor krusial dalam mempercepat respons penanganan di lapangan.
BPBD juga mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan ulang terhadap peralatan yang telah didistribusikan sebelumnya, termasuk mesin pompa air dan perlengkapan pemadam lainnya. Hal ini penting untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai saat terjadi kebakaran.
“Kami meminta kabupaten dan kota melakukan pengecekan peralatan, terutama mesin pompa air yang sangat dibutuhkan untuk suplai air di lokasi kebakaran,” jelasnya.
Dalam upaya penanggulangan karhutla, BPBD Kaltim menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan perkebunan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Koordinasi intensif terus dilakukan guna memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respons ketika terjadi kebakaran. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting dalam merumuskan strategi yang lebih efektif.
“Berdasarkan evaluasi kejadian tahun 2023, hampir seluruh wilayah di Kaltim memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap karhutla, terutama di daerah dengan karakteristik gambut,” ungkap Cahyo.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur cukup merata. Tercatat sekitar 77 hotspot terpantau di berbagai wilayah, mulai dari Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, hingga sebagian wilayah Kota Bontang.
Kondisi ini menjadi peringatan dini bahwa potensi kebakaran dapat terjadi di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan luasan kecil sekalipun.
Meski demikian, BPBD Kaltim masih berharap potensi hujan di beberapa wilayah dapat membantu menjaga ketersediaan air serta menekan risiko kebakaran. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang disiapkan, BPBD Kaltim optimistis potensi karhutla dapat ditekan seminimal mungkin. Namun demikian, kesiapsiagaan dan koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana tersebut.
“Yang terpenting adalah kesiapan semua pihak, baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kita harapkan dampak karhutla bisa diminimalisir,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
