Samarinda, Kaltimetam.id – Polresta Samarinda memetakan sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan kejahatan jalanan selama Mei 2026. Dari hasil analisis kepolisian, Kecamatan Samarinda Ulu tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengungkapkan, dari 37 kasus kejahatan jalanan yang berhasil diungkap selama Mei, sebanyak 11 kejadian terjadi di wilayah Samarinda Ulu.
Jumlah tersebut menjadikan Samarinda Ulu sebagai kawasan dengan tingkat kriminalitas jalanan tertinggi di Kota Samarinda selama periode tersebut.
“Wilayah dengan kejadian terbanyak adalah Kecamatan Samarinda Ulu dengan 11 kasus,” katanya.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sungai Kunjang dan Samarinda Seberang yang masing-masing mencatat enam kasus. Sementara Kecamatan Sungai Pinang berada di urutan berikutnya dengan empat kasus.
Data tersebut diperoleh dari pengungkapan empat jenis kejahatan jalanan atau yang dikenal dengan istilah 4C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian biasa, dan pencurian kendaraan bermotor.
Menurut Hendri, pemetaan wilayah rawan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menyusun strategi pencegahan dan penindakan ke depan.
Selain memetakan lokasi rawan, kepolisian juga menganalisis waktu yang paling sering digunakan pelaku untuk beraksi.
Hasilnya cukup mengejutkan. Kejahatan ternyata paling banyak terjadi pada siang hingga sore hari, yakni antara pukul 12.00 hingga 18.00 Wita dengan 13 kejadian.
Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan kejahatan yang terjadi pada dini hari hingga pagi, yakni 11 kejadian, maupun malam hari sebanyak sembilan kejadian.
“Kami melihat pelaku tidak hanya beraksi malam hari. Justru paling banyak terjadi pada siang hingga sore hari,” tuturnya.
Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan menurunnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas, terutama ketika pulang bekerja atau saat anak-anak pulang sekolah.
Karena itu, polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di semua waktu, bukan hanya pada malam hari.
“Kami membutuhkan kerja sama masyarakat agar situasi kamtibmas tetap kondusif. Pengamanan swakarsa dan kewaspadaan lingkungan perlu ditingkatkan,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
