Rumah Terkunci dan Gelap, Warga Gunung Lingai Curiga hingga Temukan Mayat Pria Membusuk

Tim Inafis dan PMI Kota Samarinda evakuasi penemuan mayat laki-laki dikawasan Jalan Gunung Lingai Gang Musyawarah, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Jalan Gunung Lingai Gang Musyawarah, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam rumahnya, Minggu (29/03/2026), Pukul 20.25 WITA.

Korban diketahui bernama Ardiansyah (51), yang ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan diperkirakan telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelumnya.

Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau menyengat dari arah rumah korban. Bau tidak sedap itu semakin kuat dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya memicu warga untuk melakukan pengecekan.

Salah satu saksi, Budi, mengungkapkan bahwa awalnya ia hendak mengunjungi korban. Namun saat mendekati rumah, ia justru mencium aroma tidak biasa dari dalam bangunan yang tampak gelap dan tertutup rapat.

“Awalnya sudah tercium bau. Rumahnya gelap dan terkunci dari dalam, jadi kami curiga,” ujarnya.

Menurut keterangan warga, korban terakhir kali terlihat pada malam Jumat usai waktu Magrib. Sejak saat itu, tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam rumah, hingga akhirnya warga memutuskan untuk memanggil keluarga dan membuka pintu rumah secara bersama-sama.

Saat pintu berhasil dibuka, warga menemukan korban sudah tergeletak di ruang keluarga dalam posisi terlentang. Kondisinya sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk, menandakan korban telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelumnya.

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Berdasarkan informasi keluarga, istri dan anak korban telah lama meninggalkan rumah, sehingga selama ini korban hidup sendiri tanpa pendamping.

“Kesehariannya bekerja di toko pakan ternak. Orangnya juga jarang keluar rumah,” singkatnya.

Menindaklanjuti laporan warga, pihak kepolisian dari Polresta Samarinda langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis juga diterjunkan guna melakukan identifikasi terhadap korban.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari yang lalu. Dari hasil identifikasi sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa korban diketahui memiliki keterbatasan dalam berbicara (tuna wicara), serta hidup seorang diri di rumah tersebut.

Meski tidak ditemukan indikasi kekerasan, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan atau kemungkinan korban meninggal akibat sakit yang tidak diketahui sebelumnya.

“Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Bisa jadi karena sakit atau faktor lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh tim gabungan bersama PMI Kota Samarinda dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version