Rudy Mas’ud Tegaskan Gratispol Tetap Berjalan, Akui Ada Kesalahpahaman di Masyarakat

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pelaksanaan program Gratispol hingga saat ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan awal yang telah dirancang pemerintah provinsi.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya dinamika di lapangan, khususnya terkait perbedaan pemahaman di tengah masyarakat.

Menurut Rudy, kondisi tersebut wajar terjadi mengingat Gratispol merupakan program baru yang pertama kali dijalankan dan menyasar jumlah penerima yang sangat besar.

“Berkaitan dengan program Gratispol, semuanya berjalan dengan baik, alhamdulillah. Mungkin hanya ada kesalahan persepsi saja. Tentu karena program ini adalah program yang perdana dan baru, tentu tidak ada yang sempurna,” ujar Rudy Mas’ud, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersikap terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari berbagai pihak. Setiap catatan yang muncul dalam pelaksanaan program ini, kata dia, akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan.

Pembenahan teknis maupun administratif terus dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.

“Kami menerima seluruh kritik dan saran dan kami segera untuk melaksanakan pembenahan yang dilaksanakan di Biro Kesejahteraan Rakyat,” jelasnya.

Rudy mengungkapkan, dari puluhan ribu masyarakat yang telah menerima manfaat program Gratispol, memang masih terdapat sebagian kecil yang belum terakomodasi atau merasa belum mendapatkan haknya.

Namun, ia menilai kondisi tersebut lebih disebabkan oleh kesalahpahaman terhadap mekanisme dan persyaratan program, bukan karena program tidak berjalan.

“Intinya dari sekian puluh ribu yang telah menerima program Gratispol ini, mungkin ada beberapa yang masih belum mendapatkan, ataupun mungkin yang salah persepsi,” katanya.

Ia kemudian menjelaskan secara rinci bahwa sejak awal pemerintah telah menetapkan sejumlah persyaratan sebagai dasar penerima manfaat Gratispol.

Salah satu syarat utama adalah status domisili, di mana penerima wajib merupakan masyarakat Kalimantan Timur atau setidaknya telah berdomisili di wilayah Kalimantan Timur selama minimal tiga tahun.

“Karena memang pertama ada beberapa persyaratan. Persyaratannya adalah wajib adalah masyarakat ini atau yang sekolah mendapatkan program ini adalah wajib untuk anak-anak Kalimantan Timur atau minimum mereka telah berdomisili tiga tahun di Kalimantan Timur,” terangnya.

Selain syarat domisili, Rudy juga menegaskan bahwa GratisPol hanya diperuntukkan bagi peserta didik dan mahasiswa jalur reguler.

Program ini tidak mencakup jalur pendidikan ekstensi maupun kelas eksekutif, sehingga perbedaan jalur pendidikan inilah yang kerap memunculkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mahasiswa reguler, bukan untuk yang extension ataupun untuk yang eksekutif. Jadi ini mungkin yang agak sedikit keliru,” ujarnya.

Meski demikian, Rudy memastikan bahwa cakupan program Gratispol tetap luas dan tidak terbatas pada jenjang tertentu. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kata dia, tetap memberikan perhatian kepada mahasiswa reguler mulai dari jenjang strata satu hingga strata tiga.

“Dan sebenarnya untuk yang reguler, mulai dari S1 sampai dengan S3, itu tetap kita perhatikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy juga menyinggung perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui peran tenaga pendidik.

Guru-guru, menurutnya, menjadi salah satu prioritas dalam program peningkatan kapasitas SDM karena memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda Kalimantan Timur.

“Termasuk mungkin, kalau saya tidak salah, ada Ibu Kesra di sini. Guru-guru juga kita utamakan agar bisa meningkatkan sumber daya manusianya,” katanya.

Ia meyakini bahwa peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung pada kualitas generasi penerus daerah.

Dengan pendidik yang kompeten dan berkualitas, Rudy optimis Kalimantan Timur mampu melahirkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

“Kalau gurunya hebat, kami yakin akan melahirkan, mencetak generasi-generasi muda kita yang lebih hebat lagi,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version