Rencana Terminal BBM di Palaran Dinilai Strategis untuk Memperkuat Distribusi Energi Samarinda

Rencana Pembangunan Terminal BBM di Palaran yang Hampir Mirip dengan Terminal BBM di Jalan Cendana Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Kota Samarinda mendorong percepatan pembangunan terminal bahan bakar minyak (BBM) terpadu di kawasan Palaran sebagai upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi bahan bakar di ibu kota Kalimantan Timur tersebut. Proyek yang digagas PT Pertamina Patra Niaga ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan bahwa selama ini pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat kota masih sangat bergantung pada pengiriman dari Balikpapan. Ketergantungan tersebut dinilai membuat proses distribusi bahan bakar kurang efisien, terutama ketika terjadi kendala logistik atau lonjakan permintaan. Menurutnya, pembangunan terminal BBM di Samarinda akan memberikan dampak besar dalam memperkuat sistem distribusi energi sekaligus memperpendek rantai pasokan bahan bakar di wilayah tersebut.

“Kita ingin agar kebutuhan BBM di Samarinda tidak terus-menerus bergantung dari Balikpapan. Dengan adanya terminal ini, distribusi akan menjadi lebih efektif dan lebih terjamin,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa terminal BBM tersebut direncanakan dibangun di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, yang selama ini masuk dalam kawasan pengembangan industri Kota Samarinda. Lokasi tersebut dinilai cukup strategis karena memiliki akses yang mendukung aktivitas distribusi logistik dan energi.

Selain memperkuat distribusi energi, keberadaan terminal BBM tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan cadangan pasokan bahan bakar bagi Samarinda dan wilayah sekitarnya.

Andi Harun juga mendorong agar fasilitas yang dibangun nantinya memiliki kapasitas penyimpanan yang memadai agar mampu melayani kebutuhan energi kota dalam jangka panjang.

“Pastinya ini penting agar fasilitas tersebut dapat melayani kebutuhan energi Samarinda ke depan, baik dari sisi kapasitas penyimpanan maupun dukungan fasilitas pelabuhannya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan terminal BBM tersebut merupakan aset milik PT Pertamina Patra Niaga yang telah tersedia sejak lama. Bahkan izin lokasi proyek tersebut diketahui telah diterbitkan sejak tahun 2021.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan akan memerlukan waktu sekitar dua tahun dengan target penyelesaian pada awal tahun 2028.

Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, proyek pembangunan terminal BBM di Palaran juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Pemerintah Kota Samarinda berharap pembangunan fasilitas ini dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, baik pada tahap konstruksi maupun saat fasilitas tersebut mulai beroperasi.

Andi Harun juga mendorong agar perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal sehingga masyarakat Samarinda dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan tersebut.

Namun demikian, ia juga membuka kemungkinan adanya program pelatihan tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) apabila dibutuhkan keterampilan khusus sesuai standar industri energi.

“Jika memang dibutuhkan keterampilan tertentu, kita bisa siapkan pelatihan melalui BLK agar masyarakat lokal juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” katanya.

Dari sisi perizinan, proyek tersebut disebut telah mengantongi izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini proses administrasi tengah memasuki tahap pengurusan perizinan teknis di tingkat pemerintah kota.

Beberapa dokumen yang sedang diproses antara lain site plan serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.

Sementara itu, Communication Relations (Comrel) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa proyek pembangunan depot BBM di Palaran merupakan program strategis yang berada di bawah kebijakan pemerintah pusat.

Ia menyebutkan bahwa pihak Pertamina di tingkat regional saat ini masih menunggu arahan resmi terkait informasi yang dapat disampaikan kepada publik mengenai perkembangan proyek tersebut.

“Mungkin teman-teman sudah mengetahui bahwa Pak Wali Kota Samarinda telah menyampaikan pernyataan terkait rencana pembangunan ini. Namun dari sisi Pertamina, karena ini merupakan proyek pusat, kami masih menunggu arahan terkait apa yang dapat disampaikan secara resmi,” ujarnya.

Meski demikian, Edi memastikan bahwa tahapan awal proyek telah dimulai dengan pelaksanaan kick off pembangunan yang menjadi tanda dimulainya proses percepatan pembangunan terminal BBM di kawasan Palaran.

“Artinya kalau sudah dilakukan kick off, maka proses percepatan pembangunan depot di Palaran akan mulai berjalan,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version