Samarinda, Kaltimetam.id – Warga di kawasan Jalan Bugis, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (8/2/2026).
Korban diketahui bernama Ahmadan (49), seorang pekerja di salah satu perusahaan furnitur di Samarinda. Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban merupakan pendatang asal Pasuruan, Jawa Timur, dan diketahui tinggal seorang diri di rumah kontrakan.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah rekan kerja korban curiga lantaran korban tidak berada di kamar kontrakan saat dicek pada pagi hari. Padahal, selama beberapa hari terakhir korban disebut rutin dipantau karena kondisi kesehatannya menurun usai mengalami kecelakaan.
Rekan kerja korban, Endang Ratnasari, menuturkan bahwa pihak perusahaan tempat korban bekerja meminta beberapa orang rekan kerja untuk membantu memantau kondisi korban.
Hal tersebut dilakukan karena korban tidak memiliki keluarga di Samarinda, sementara kondisi tubuhnya diketahui belum pulih setelah kecelakaan.
“Kalo pas pertama kali itu dari pagi, siang sampai sore biasanya kita ngontrol dia kan. Nah pagi ini cek di dalam, orangnya ga ada di kamarnya,” ujarnya.
Endang menjelaskan, ia kemudian mencoba menghubungi korban melalui WhatsApp. Saat panggilan dilakukan, suara ponsel korban terdengar, namun bukan berasal dari dalam kamar kontrakan.
“Kita hubungin via WA, suara HP-nya lagi di luar. Kita kira dia ke langgar ternyata tidak ada,” jelasnya.
Karena suara ponsel terdengar dari arah lain, Endang bersama rekan lainnya mencoba mencari ke sekitar lokasi.
“Ternyata suara HP-nya itu dari seberang. Orangnya udah baring di situ, udah ga ada,” ungkapnya.
Dari keterangan rekan kerja, korban diketahui mengalami kecelakaan lalu lintas pada Kamis (5/2/2026) atau tiga hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kecelakaan tersebut disebut terjadi di kawasan Jalan Panjaitan Samarinda.
“Itu dia ada bekas kecelakaan tanggal 5 kemarin dia kecelakaan di daerah Panjaitan situ. Kalo info dari orang sekitar si dia di serempet,” kata Endang.
Selain luka akibat kecelakaan, korban juga disebut memiliki riwayat penyakit.
“Karena memang sakit dan dia ada riwayat DBD juga,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat pihak perusahaan meminta rekan kerja korban untuk rutin mengecek korban, karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dia ga ada keluarga disini. Saya sendiri sebagai rekan kerjanya dia, dan atasan kita nyuruh bantu ngontrol pagi siang sore,” tutupnya.
Sementara itu, Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di lokasi tersebut. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia) di wilayah RT 04 Jalan Bugis, Kelurahan Mugirejo.
“Hari ini kita ada penemuan mayat di Jalan Bugis Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan Timur RT 04. Untuk saat ini kita temukan mayat dalam kondisi MD,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan, korban memang diketahui memiliki riwayat sakit dan baru saja mengalami kecelakaan beberapa hari sebelumnya.
“Diketahui korban ini mengalami riwayat sakit di mana dia mengalami kecelakaan di tanggal 5 Februari,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, polisi membawa jenazah korban ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk sementara kita bawa dulu korban ke AWS oleh teman-teman dari PMI Kota Samarinda untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan atau tidak. Memastikan lebih lanjut,” katanya.
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban, apakah murni akibat sakit, dampak kecelakaan, atau ada faktor lain.
Namun, dari pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana, meski pihak kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis sebagai dasar kesimpulan.
Lebih lanjut, Riyan juga menyebut korban merupakan pekerja di salah satu perusahaan furnitur di Samarinda dan hidup seorang diri.
“Untuk korban bekerja di salah satu perusahaan furniture di kota Samarinda dan dia tinggal sendirian ngontrak,” ujarnya.
Berdasarkan identitas kependudukan, korban berasal dari luar Kalimantan Timur.
“Untuk KTP-nya dia berasal dari Pasuruan Jawa Timur,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
