Samarinda, Kaltimetam.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda tengah memperluas lini usahanya. Tidak hanya fokus pada layanan air bersih, perusahaan daerah ini kini merintis produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang direncanakan bisa dipasarkan sebelum akhir tahun 2025.
Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka menengah perusahaan untuk memperkuat kemandirian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kemarin kita sempat bahas rencana bisnis untuk AMDK. Alhamdulillah, dua unit mesin sudah datang. Total nanti kita butuh sekitar empat mesin, dari produksi, pengemasan, pencetakan hingga distribusi,” jelas Nor Wahid, Selasa (19/4/2025).
Menurutnya, proses pengadaan mesin dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan finansial perusahaan serta mengikuti sistem pengadaan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan tetap dijalankan secara transparan.
“Prosesnya bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Karena pengadaan ini tetap harus melalui sistem, jadi tetap kami proses sesuai aturan. Tapi secara keseluruhan sudah berjalan,” tambahnya.
Rencana masuk ke bisnis AMDK ini tidak hanya ditujukan sebagai sumber pendapatan baru, tetapi juga untuk mendukung program kemandirian yang diusung Pemerintah Kota Samarinda.
Produk yang dihasilkan nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.
“Kita belum bisa sebutkan brand atau link-nya karena masih melihat perkembangan pasar. Tapi setidaknya ini adalah langkah awal. Kita mencoba memproduksi sendiri dan memanfaatkannya untuk kebutuhan internal dan masyarakat Samarinda,” ujarnya.
Selain itu, Perumdam membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya dalam aspek distribusi. Hal ini dinilai sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal.
“Target awal memang di Samarinda dulu. Tapi kalau memungkinkan, kenapa tidak kita dorong lebih jauh? Ini juga bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi dan UMKM lokal,” ungkap Nor Wahid.
Meski sudah memulai persiapan produksi, harga jual AMDK Perumdam Tirta Kencana masih belum ditentukan. Pasalnya, sebagian mesin baru saja tiba, sementara proses perhitungan biaya produksi masih berlangsung.
“Harganya masih dalam proses perhitungan. Mesin baru sebagian datang, jadi kita belum bisa hitung secara pasti. Tapi mudah-mudahan tidak jauh dari harga pasaran saat ini, syukur-syukur bisa lebih murah,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
