Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang perayaan Natal 2025, geliat penjualan pernak-pernik Natal mulai terasa di sejumlah toko lama di Samarinda. Meski persaingan semakin ketat dengan hadirnya toko-toko baru dan penjualan daring, pedagang tetap merasakan peningkatan omzet dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satunya dirasakan Lili (54), pemilik Toko Simpang Damai Baru di Samarinda. Toko ini dikenal sebagai salah satu toko lama yang menyediakan beragam kebutuhan dekorasi hari besar, khususnya Natal.
Lili menyebutkan, usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang kini telah dikelolanya sebagai generasi kedua. Toko ini telah berdiri sejak akhir 1960-an dan puluhan tahun terakhir konsisten menjual pernak-pernik Natal.
Menjelang Natal, aktivitas belanja di tokonya mulai meningkat dibandingkan hari biasa. Lili mengakui, meski tidak seramai masa lalu ketika persaingan masih minim, lonjakan penjualan tetap terasa.
“Kalau dibandingkan hari biasa, ya tetap ada kenaikan. Kira-kira sekitar 50 persen,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Menurut Lili, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Banyaknya toko yang menjual produk serupa membuat persaingan semakin ketat. Namun, toko miliknya bertahan dengan fokus pada produk dekorasi dan aksesori, bukan kebutuhan umum seperti alat tulis.
“Kami lebih ke hiasan, aksesori, dan bahan-bahan dekorasi. Itu yang jadi ciri toko kami,” katanya.
Untuk harga, Lili memastikan pernak-pernik Natal tahun ini relatif stabil. Tidak ada lonjakan harga signifikan, baik dari sisi harga kulakan maupun harga jual ke konsumen. Stabilitas harga ini turut menjaga minat beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Dari sisi tren, Lili menyebut pernak-pernik seperti slanger, bola Natal, gantungan pohon, lampu Natal, topi, hingga pita-pita dekorasi masih menjadi favorit pembeli.
Tahun ini, pita Natal berukuran besar dengan nuansa emas dan merah menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari.
“Trennya beda-beda tiap tahun, tapi nuansa gold dan merah itu selalu dicari,” jelasnya.
Rentang harga pernak-pernik Natal di tokonya bervariasi, mulai dari Rp8.000 untuk produk sederhana hingga Rp20.000–Rp25.000 ke atas untuk hiasan yang dianggap lebih mewah.
Lili mengamati, minat pembeli kini bergeser. Jika sebelumnya produk murah seperti slenger sederhana laris, tahun ini konsumen lebih memilih dekorasi pohon Natal yang terlihat elegan.
Tak hanya pembeli lokal, pelanggan dari luar Samarinda juga cukup banyak. Lili menyebut pembeli datang dari wilayah-wilayah pelosok, termasuk daerah hulu. Mereka memilih berbelanja langsung karena keterbatasan akses dan lamanya waktu pengiriman jika memesan secara daring.
“Ada yang beli untuk hias dermaga di kampungnya. Jadi mereka datang langsung ke Samarinda supaya bisa lihat barangnya,” imbuh Lili.
Untuk pohon Natal, Lili menyediakan berbagai ukuran, mulai dari ukuran meja 2-3 feet hingga ukuran besar untuk gereja 7 dan 9 feet. Harga pohon Natal berkisar dari Rp300.000 untuk ukuran kecil hingga Rp1,5 juta untuk tipe premium berwarna emas dengan ukuran besar.
Namun, ia mengakui penjualan pohon Natal tidak terlalu tinggi karena umumnya konsumen sudah memiliki pohon dan hanya mengganti hiasannya.
Lebih lanjut, Lili menyebutkan, pola belanja masyarakat terbagi dalam beberapa fase. Ada pembeli yang sudah mulai berbelanja sejak akhir November untuk persiapan awal atau keperluan usaha.
Sementara kelompok gereja biasanya mulai berbelanja pada awal Desember untuk dekorasi tempat ibadah.
Menjelang mendekati Hari Natal, justru aktivitas belanja cenderung menurun karena kebutuhan utama sudah terpenuhi.
Di luar musim Natal, toko ini kembali menjual kebutuhan umum seperti alat tulis dan perlengkapan jahit. Sementara pernak-pernik hari besar lain seperti Imlek, Lebaran, dan 17 Agustus akan dipajang menyesuaikan momentum.
Meski demikian, Natal tetap menjadi momen dengan kontribusi penjualan terbesar sepanjang tahun bagi toko tersebut.
“Kalau Natal memang paling ramai, makanya kami selalu siapkan stok dari jauh-jauh hari,” pungkasnya.
Dengan mempertahankan ciri khas produk dan mengikuti tren dekorasi, Lili berharap tokonya tetap relevan dan dikenal oleh generasi muda, sekaligus menjaga eksistensi usaha keluarga yang telah bertahan lintas generasi. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
