Perbaikan Tempias Pasar Pagi Samarinda Dibiayai CSR Kontraktor, Pemkot Masih Tunggu Contoh Material

Lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak tempias saat hujan disertai angin, pada Sabtu (3/1/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya memperbaiki persoalan tempias hujan di Pasar Pagi Samarinda dipastikan tidak menggunakan dana pemerintah. Seluruh penanganan akan dibiayai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak kontraktor, seiring komitmen mereka untuk membantu menyelesaikan masalah yang muncul di luar perencanaan awal pembangunan.

Meski begitu, proses perbaikan belum dapat dimulai karena Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu contoh material yang akan digunakan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani yang akrab disapa Yama, menjelaskan bahwa keputusan penggunaan dana CSR diambil karena masalah tempias ini tidak termasuk dalam perencanaan awal desain dan konstruksi.

Kontraktor bersedia menanggung biaya sebagai bentuk tanggung jawab moral agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi dengan baik.

“Dananya dari kontraktor, bukan dari pemerintah. Ini di luar perencanaan, tapi mereka mau bantu. Menurut mereka ini beban moral yang harus diselesaikan,” ujar Yama, Rabu kemarin (14/1/2026) usai rapat hearing bersama DPRD Samarinda.

Ia menegaskan bahwa Disdag tidak bisa menentukan jenis bahan penutup yang akan digunakan sebelum kontraktor memberikan contoh material.

Contoh itu nantinya juga akan disampaikan kepada Wali Kota Samarinda untuk ditentukan pilihannya.

“Tempias itu sudah kita komunikasikan dengan kontraktor, mereka sudah oke. Hanya saja bahan yang mau dipilihkan ke kami itu belum diberikan contohnya. Saya tidak bisa memutuskan tanpa melihat dulu, karena nanti bahan itu akan saya bawa ke Pak Wali untuk dipilih,” jelasnya.

Pihak Dinas PUPR Samarinda sebelumnya menyampaikan bahwa contoh material bakal diserahkan dalam dua hingga tiga hari. Selain itu, Disdag juga meminta agar kontraktor menyiapkan desain lengkap penanganan, termasuk contoh video dari pekerjaan serupa yang pernah dilakukan di tempat lain.

Hal ini diperlukan agar Pemkot dapat menilai secara visual efektivitas metode yang akan dipasang.

“Saya juga minta videonya, seperti apa bentuk yang sudah dilakukan di tempat lain. Jadi nanti kita bisa lihat gambaran nyatanya,” kata Yama.

Rencana penanganan tidak akan menutup area secara permanen. Sistem yang akan dipasang berbentuk kanopi fleksibel yang bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

Dijelaskannya, titik pemasangan tidak hanya difokuskan pada area yang sebelumnya terdampak tempias, melainkan akan mencakup seluruh sisi bangunan yang rentan terkena hujan dari samping.

“Semua, sampai ke bawah. Kita sudah mendata posisi-posisi yang terbiasa kena tempias. Dari situ nanti akan ditangani satu per satu,” ujarnya.

Pemkot Samarinda berharap proses penyerahan material dan desain segera diselesaikan oleh kontraktor agar perbaikan melalui CSR dapat segera berjalan dan aktivitas di Pasar Pagi tidak lagi terganggu saat hujan turun.

“Yang penting sekarang kita tunggu bahan itu dulu, baru bisa kita putuskan dan kerjakan,” demikian Yama. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version