Penertiban Terminal Bayangan Samarinda Penumpang dan Sopir Ungkap Alasan Bertahan

Bus yang membawa penumpang jurusan Samarinda-Balikpapan di terminal bayangan, Jalan APT Pranoto, Sungai Keledang, Samarinda Seberang. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Satpol PP Kaltim bersama Satpol PP Kota Samarinda dan Dinas Perhubungan Kota Samarinda melakukan penertiban di kawasan terminal bayangan pada Rabu kemarin (27/8/2025). Penertiban ini dilakukan setelah adanya aduan masyarakat melalui aplikasi pengaduan online Sipintar. Untuk tahap awal, petugas hanya memberikan teguran lisan kepada sopir dan kru bus yang biasa mangkal di lokasi tersebut.

Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran warga soal potensi kemacetan dan keselamatan di sekitar area terminal bayangan. Meski demikian, sebagian sopir mengaku keberadaan terminal bayangan justru membantu mempercepat mobilitas mereka dan penumpang.

Iwan (57), salah satu kru bus yang ditemui di lokasi, menegaskan bahwa alasan utama supir memilih ngetem di terminal bayangan bukan karena ramainya penumpang, melainkan karena aksesnya lebih mudah.

“Bukan, bukan karena di sini lebih ramai, tapi karena aksesnya lebih mudah. Terutama bagi warga di sekitar Samarinda Seberang. Juga bagi mereka yang dari kota, bisa langsung ke sini dan langsung berangkat. Daripada mereka harus ke terminal resmi yang aksesnya saja belum selesai, akhirnya nunggu lama. Di sini lebih cepat berangkat,” ujar Iwan, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, terminal bayangan membuat penumpang bisa berangkat tanpa harus menunggu lama di terminal resmi. Selain itu, biaya tambahan seperti transportasi online ke terminal resmi juga dapat dihindari.

“Di sini aksesnya lebih mudah daripada ke terminal resmi. Kalau ke terminal resmi, biaya tambahan juga banyak. Lagi pula Maxim enggak bisa masuk ke terminal, jadi kasihan penumpang. Di sini penumpang turun, bisa langsung pesan ojek online atau taksi, jadi saling membantu,” tambahnya.

Iwan juga menyebutkan, sebagian besar penumpang, termasuk mahasiswa, memang lebih memilih naik bus dari terminal bayangan karena waktu tempuh yang lebih cepat.

“Memang sebagian penumpang lebih suka di sini. Terutama anak-anak mahasiswa. Mereka bilang lebih praktis,” katanya.

Meski ada rencana pemerintah untuk menarik retribusi atau memindahkan aktivitas ke terminal resmi, Iwan berharap ada diskusi yang melibatkan para sopir dan kru.

“Iya, pengen aja kalau mau dilibatkan kita juga siap untuk diskusi. Itu aja,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Adam (21), penumpang bus rute Samarinda–Balikpapan, mengaku sudah dua tahun lebih memilih naik dari terminal bayangan.

“Kalau di terminal resmi biasanya lama, dan mereka akan ngetem di sini lagi untuk menunggu penumpang. Sedangkan kalau di sini nggak perlu nunggu, langsung berangkat dan lebih cepat,” kata Adam.

Ia menambahkan, akses ke terminal bayangan juga lebih praktis karena transportasi online bisa masuk hingga ke lokasi.

“Di terminal bayangan aksesnya lebih mudah, dan sebelumnya saya sudah pernah coba naik bus di terminal resmi. Jadi saya merasakan sendiri perbedaannya. Di sana nunggunya agak lama, tapi dari segi harga sama,” jelasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version