Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Kota Samarinda memastikan kegiatan pemeliharaan drainase perkotaan tetap berjalan normal melalui Tim “Hantu Banyu”, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda menegaskan tidak ada pengurangan satgas maupun anggaran operasional tim yang selama ini berperan penting dalam pengendalian banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa Tim Hantu Banyu merupakan satuan tugas swakelola yang berada di bawah UPTD Pemeliharaan Saluran Drainase dan Irigasi, dengan fokus pada pemeliharaan drainase perkotaan, termasuk kawasan rawan seperti Air Hitam.
“Untuk perawatan drainase, kami menggunakan Tim Hantu Banyu yang ada di polder Air Hitam. Kegiatan ini rutin, sudah memiliki jadwal, direncanakan setiap tahun, dan juga menindaklanjuti permintaan dari kelurahan maupun kecamatan,” ujar Desy, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, ruang lingkup kerja Tim Hantu Banyu difokuskan pada pemeliharaan drainase di dalam kota. Sementara untuk penanganan sungai, kewenangannya berada di tingkat provinsi dan telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Di tengah isu efisiensi anggaran, Desy memastikan tidak ada pengurangan jumlah satgas, termasuk Tim Hantu Banyu.
Menurutnya, seluruh pekerjaan yang berbasis satgas, baik satgas drainase maupun satgas lainnya di lingkungan PUPR, tetap dipertahankan.
“Tidak ada pengurangan, karena kami bekerja berdasarkan jumlah satgas dan jumlahnya tidak berubah. Untuk pekerjaan normalisasi yang ditangani satgas, itu tetap berjalan,” tegasnya.
Dari sisi anggaran, Desy menyebut alokasi dana untuk Tim Hantu Banyu sejak tahun lalu berada di angka sekitar Rp15 miliar per tahun.
Anggaran tersebut mencakup operasional dan pengadaan sarana pendukung, meski pada tahun ini pengadaan barang mulai dikendalikan.
“Mulai tahun kemarin itu sekitar Rp15 miliar. Tahun ini pembelian sarana pendukung kami tahan dulu. Tapi untuk satgasnya sendiri, nilai upah dan operasionalnya tidak ada perubahan,” jelasnya.
Meski realisasi anggaran tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah sepanjang tahun berjalan, Desy menegaskan bahwa keberadaan Tim Hantu Banyu tetap menjadi prioritas Pemkot Samarinda dalam menjaga fungsi drainase dan meminimalkan risiko banjir.
“Untuk Hantu Banyu sendiri tetap diprioritaskan. Yang kami kendalikan itu pengadaan, bukan kegiatan satgasnya,” demikian Desy. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







