Pemkot Samarinda Pastikan Pasokan Bahan Pokok Lebih dari Cukup, Distribusi LPG Jadi Perhatian Utama

Wakil Wali Kota dan OPD Pemerintah Kota Samarinda saat sidak ke distributor tabung gas. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Kota Samarinda memastikan kondisi pasokan bahan pokok di ibu kota Kalimantan Timur itu masih berada pada level yang aman. Hasil tersebut diperoleh setelah jajaran pemerintah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pusat distribusi dan perdagangan guna memastikan stok pangan tetap tersedia serta harga kebutuhan pokok tidak mengalami gejolak.

Pemantauan yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saifuddin Zuhri pada Rabu (15/7/2026) itu menyasar enam lokasi yang memiliki peran penting dalam rantai distribusi pangan, mulai dari distributor, pasar tradisional, hingga swalayan modern.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi CV Mahakam Lestari di Jalan A.M. Sangaji, Toko Sukri-H. Sane di Jalan Sentosa, SPBU Sentosa, Toko Inflasi Jaga Harapan, Pasar Merdeka, serta Planet Swalayan di Jalan Gatot Subroto.

Dari hasil pemantauan, pemerintah tidak menemukan kendala berarti terhadap ketersediaan komoditas utama seperti beras, telur ayam ras, minyak goreng, cabai, gula, maupun sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Pasokan dari daerah pemasok masih berjalan lancar sehingga stok di tingkat pedagang dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saifuddin mengatakan, pemantauan rutin seperti ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga, terutama menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Hasil pengecekan hari ini menunjukkan stok bahan pokok masih sangat mencukupi. Distribusinya juga berjalan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Selain memastikan stok, rombongan juga mengevaluasi perkembangan harga di lapangan. Berdasarkan hasil sidak, sebagian besar komoditas masih berada pada kisaran harga yang relatif stabil. Bahkan, beberapa jenis kebutuhan pokok tercatat mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa pengendalian inflasi di Kota Samarinda masih berjalan sesuai harapan.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, harga berbagai bahan pokok masih cukup baik. Ada yang turun dan ada yang stabil. Ini tentu menjadi kabar positif karena daya beli masyarakat tetap bisa terjaga,” katanya.

Meski demikian, pemerintah masih menemukan pekerjaan rumah pada sektor distribusi LPG. Persoalan yang muncul bukan berasal dari ketersediaan stok, melainkan belum optimalnya proses penyaluran akibat adanya fasilitas pengisian yang belum beroperasi secara maksimal.

Menurut Saifuddin, kondisi tersebut perlu segera ditangani agar distribusi gas elpiji kembali berjalan normal dan tidak memicu antrean di tingkat konsumen.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah distribusi LPG. Stok sebenarnya tersedia, tetapi ada beberapa hal yang harus segera dibenahi agar penyalurannya lebih lancar dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” jelasnya.

Ia berharap instansi terkait bersama Pertamina dapat segera melakukan langkah teknis untuk mengoptimalkan kembali fasilitas yang mengalami kendala sehingga kapasitas distribusi dapat meningkat.

Selain LPG, pemerintah juga mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga telur ayam ras. Meningkatnya kebutuhan menjelang pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah diperkirakan akan memengaruhi tingkat permintaan di pasaran. Meski demikian, hingga saat ini harga telur di Samarinda masih tergolong stabil dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

“Kami tetap memantau perkembangan harga telur karena permintaannya diperkirakan meningkat. Namun berdasarkan hasil pengecekan hari ini, kondisinya masih terkendali,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyoroti perlunya peremajaan sejumlah tabung LPG serta peralatan pendukung distribusi yang telah digunakan dalam waktu cukup lama. Pembaruan fasilitas dinilai penting untuk meningkatkan aspek keselamatan sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Saifuddin menegaskan bahwa pengawasan terhadap harga dan pasokan bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan kepastian bahwa stok tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali. Pemantauan seperti ini akan terus kami lakukan bersama seluruh pihak terkait,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version