Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Jalan Jakarta 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya pada Senin pagi. Korban diketahui berinisial S, seorang pekerja pemasangan pipa yang bekerja di proyek galian PDAM. Polisi menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan menduga kematian disebabkan oleh faktor kesehatan.
Menurut keterangan rekan korban, Sukir, yang tinggal satu rumah dengan korban, sejak beberapa hari terakhir korban mengeluhkan kondisi kesehatannya. Sering mengatakan badannya terasa sakit dan tampak lemas ketika beraktivitas.
“Beliau memang sempat mengeluh sakit. Badannya sakit semua, kelihatan lemas,” ujar Sukir saat ditemui di lokasi.
Pada malam sebelum kejadian, korban masih berkomunikasi dengan rekannya meski terlihat tidak fit. Pagi harinya, sekitar pukul 10.00 WITA, korban masih sempat keluar kamar dan beraktivitas sebentar sebelum kembali beristirahat.
“Terakhir komunikasi tadi malam. Pagi tadi juga sempat keluar kamar sekitar jam sepuluhan,” katanya.
Namun menjelang siang, rekan korban mulai curiga karena tak lagi mendengar suara dari dalam kamar. Setelah memeriksa, ia menemukan korban dalam posisi telungkup di atas kasur dan sudah tidak bernyawa.
Penemuan jenazah tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Sungai Kunjang. Warga sekitar sempat berkumpul di lokasi karena dikejutkan oleh kehadiran petugas kepolisian dan mobil ambulans.
Beberapa warga mengaku melihat korban dalam kondisi kurang sehat selama beberapa hari terakhir, namun tidak menyangka kondisinya akan berujung fatal.
“Kelihatan memang sering sakit akhir-akhir ini. Tapi saya tidak menduga sampai meninggal,” tutupnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, AKP Agung Sisbiyantoro, memimpin langsung pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil identifikasi awal, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau dugaan penganiayaan.
“Korban ditemukan dalam posisi telungkup di kamar. Dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas AKP Agung.
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi dan kondisi korban sebelumnya, kepolisian menduga kematian disebabkan oleh penyakit atau kemungkinan serangan jantung.
“Informasi dari rekan korban menyebut bahwa yang bersangkutan sudah mengeluh sakit sejak kemarin. Dugaan awal memang mengarah pada faktor kesehatan,” pungkasnya.
Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) oleh PMI Kota Samarinda dan Inafis Polresta Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara pasti.
Korban berasal dari Jawa Timur dan merantau ke Samarinda untuk bekerja sebagai buruh lepas pemasangan pipa. Pekerjaan tersebut mengharuskannya melakukan aktivitas fisik yang cukup berat setiap hari. Ia tinggal bersama rekannya, Sukir, di sebuah rumah sewa yang tidak jauh dari lokasi proyek.
Menurut informasi yang dihimpun, korban baru beberapa bulan bekerja di Samarinda. Meskipun sempat mengeluhkan sakit, korban tetap berusaha bekerja karena merasa bertanggung jawab pada pekerjaannya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
