Samarinda, Kaltimetam.id – Setelah menerima sorotan publik, pihak Puskesmas Trauma Center Samarinda akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai keluhan yang berkembang terkait pelayanan fasilitas kesehatan tersebut. Langkah audit internal telah dilakukan dan sejumlah mekanisme evaluasi mulai disiapkan.
Kepala UPTD Puskesmas Trauma Center, Samriyani Sabang, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa jajaran manajemen telah melakukan monitoring terhadap pelayanan dan kinerja pegawai sebagai langkah awal perbaikan.
“Kami menerima kritik masyarakat sebagai masukan penting untuk perbaikan layanan. Evaluasi sudah kami lakukan secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain audit, pihak puskesmas membuka kanal pengaduan resmi melalui media sosial dan WhatsApp. Setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti berdasarkan prosedur.
Ketua Tim Manajemen Komplain, Didied Iswara Timur Putra, menjelaskan bahwa sebagian keluhan yang diterima bersumber dari ketidaksesuaian pemahaman masyarakat terhadap SOP pelayanan kesehatan, termasuk penerbitan surat rujukan dan surat keterangan sakit.
“Dengan jumlah pasien lebih dari seratus orang per hari, tentu ada tantangan dalam pengelolaan antrean. Namun kami tetap berkomitmen meningkatkan disiplin, kecepatan pelayanan, dan pendekatan empati kepada pasien,” ujarnya.
Menanggapi upaya tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengapresiasi langkah korektif yang diambil pihak puskesmas. Namun ia menegaskan bahwa proses evaluasi tidak boleh berhenti pada audit awal.
“Ini langkah yang baik, tetapi harus diikuti monitoring berkelanjutan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pembinaan terhadap sikap pelayanan publik,” tegasnya.
Ia meminta agar Dinas Kesehatan Kota Samarinda memastikan proses pembinaan berjalan terstruktur dan terukur, serta memastikan setiap petugas memahami etika pelayanan publik, terutama di lingkungan layanan yang memiliki tingkat urgensi tinggi seperti trauma center.
Partai politik maupun fraksi di DPRD, tegas Andi, tidak ingin kasus keluhan layanan ini hanya menjadi isu sesaat tanpa tindak lanjut teknis yang jelas.
“Kami berharap masyarakat mulai merasakan perubahan dalam beberapa waktu ke depan. Kunci pelayanan publik yang baik adalah konsistensi, bukan hanya respons cepat terhadap kritik,” tutupnya. (Adv/DPRDKaltim/SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
