Samarinda, Kaltimetam.id – Memasuki bulan suci Ramadan, Polresta Samarinda meningkatkan intensitas patroli malam hingga dini hari guna mengantisipasi maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan protokol. Dalam patroli gabungan yang digelar sejak Minggu (22/2/2026) malam hingga Senin dini hari, aparat berhasil mengamankan 20 unit sepeda motor yang tidak memenuhi standar kelayakan dan terindikasi digunakan untuk balap liar.
Patroli dimulai pukul 23.00 Wita hingga 03.40 Wita dengan menyasar titik-titik rawan seperti Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Bhayangkara. Operasi ini melibatkan personel Satlantas bersama anggota Pamapta II Polresta Samarinda sebagai langkah preventif menjaga ketertiban selama Ramadan.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan respons atas indikasi adanya aktivitas balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Kami melaksanakan patroli di sejumlah titik rawan balap liar. Kegiatan ini dilakukan bersama rekan-rekan Satlantas untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Dari hasil patroli, petugas mendapati puluhan kendaraan yang tidak sesuai standar, baik dari sisi teknis maupun administratif. Mayoritas sepeda motor yang diamankan menggunakan knalpot brong serta tidak dilengkapi dokumen kendaraan secara lengkap.
“Ada 20 kendaraan yang kami amankan. Kendaraan tersebut tidak sesuai standar, mulai dari penggunaan knalpot brong hingga kelengkapan surat-surat yang belum terpenuhi,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pemilik kendaraan akan dipanggil untuk melengkapi dokumen serta mengembalikan kondisi sepeda motor sesuai spesifikasi pabrikan. Penggunaan knalpot brong diwajibkan diganti dengan knalpot standar sebelum kendaraan dapat diambil kembali.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pembinaan. Para pemilik kendaraan akan kami panggil untuk melengkapi administrasi dan mengganti komponen yang tidak sesuai,” tegasnya.
Polisi menilai balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan publik. Aktivitas tersebut kerap memicu kecelakaan dan mengganggu ketenangan warga, terutama saat masyarakat menjalankan ibadah Ramadan.
Menurut Ilham, patroli akan terus dilakukan setiap malam selama Ramadan. Intensitas pengawasan ditingkatkan karena waktu sahur dan selepas tarawih kerap dimanfaatkan sejumlah remaja untuk berkumpul dan melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya.
“Setiap malam kami melaksanakan patroli sebagai upaya pencegahan. Harapannya, para remaja bisa memanfaatkan bulan Ramadan untuk kegiatan yang lebih positif dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Polresta Samarinda juga mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hari. Peran keluarga dinilai penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aksi balap liar.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi balap liar di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti aparat.
“Tujuan kami adalah menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Ramadan seharusnya menjadi momentum ibadah dan ketenangan, bukan diwarnai aksi yang membahayakan keselamatan,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
