Samarinda, Kaltimetam.id – Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda menunjukkan tren positif menjelang tutup tahun anggaran 2025. Hingga pertengahan Desember, realisasi PAD tercatat telah melampaui angka Rp1 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun.
Berdasarkan data per 15 Desember 2025, realisasi PAD Samarinda telah mencapai Rp1,050 triliun. Capaian ini mencerminkan lebih dari 87 persen dari total target tahun berjalan dan menjadi sinyal optimisme bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk mengejar sisa target dalam waktu yang tersisa.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Cahya Ernawan, mengatakan realisasi tersebut merupakan hasil dari konsistensi optimalisasi penerimaan daerah serta meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak.
“Ya, realisasi sampai dengan awal Desember itu Rp1,050 triliun. Jadi PAD kita sudah lewat dari Rp1 triliun. Dan harapan kita, ya kita terus sosialisasi,” ujar Cahya, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, Bapenda terus mendorong peningkatan PAD melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat, salah satunya dengan memperluas sosialisasi berbagai insentif pajak yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui adanya keringanan pajak, khususnya pada sektor perumahan. Ia menjelaskan, salah satu fokus utama Bapenda saat ini adalah memperluas informasi terkait kebijakan insentif pajak, khususnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang dinilai masih belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat.
“Kemudian seperti teman-teman tahu, ada insentif BPHTB. Bantu sosialisasi ke masyarakat karena banyak yang belum tahu. Kalau beli rumah dapat insentif lumayan, 40 persen sampai 50 persen. Itu yang kami sosialisasikan terus sampai dengan akhir tahun,” jelasnya.
Dari sisi komposisi pendapatan, Cahya menegaskan bahwa sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD Samarinda. Bahkan, untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), realisasinya telah melampaui target yang ditetapkan.
“Tetap paling banyak dari pajak. Untuk PBB, kita sudah lebih dari 100 persen dari capaian target. Terima kasih kepada masyarakat atas kepatuhannya, karena target PBB kita sudah di atas 100 persen,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa pos penerimaan yang belum mencapai target maksimal. Salah satunya berasal dari pajak kendaraan bermotor yang merupakan kewenangan provinsi dan hanya menjadi bagian opsen bagi pemerintah kota.
“Kemudian kita masih ada yang belum tercapai. Mungkin ini terkait dengan pajak kendaraan bermotor. Tapi itu kan opsen dari provinsi, hanya opsen saja. Itu yang masih belum tercapai,” katanya.
Meski masih terdapat tantangan, Bapenda Samarinda tetap optimis target PAD tahun 2025 dapat dikejar dan dicapai hingga akhir tahun melalui berbagai upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan.
“Optimis, ya. Kita tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target yang masih belum terkejar,” tegasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







